Header Ads

Daniel Golkar Indramayu Cirebon

Wakil Bupati Membuka MTQ Ke-50 Tingkat Kabupaten Indramayu


Indramayu - Al-Qur’an hendaknya dijadikan sebagai pedoman dan pegangan hidup yang hakiki serta merupakan kepribadian umat muslim. Jika semua itu sudah teraptri, maka tidak aka nada lagi sifat iri, dengki, saling umpat saling hujat, saling menyalahkan antara satu dengan lainnya, dimana semua merasa benar yang pada akhirnya memunculkan perpecahan antara umat muslim itu sendiri.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Indramayu H. Supendi ketika membuka MTQ ke-50 tingkat Kabupaten Indramayu di halaman Masjid Isalmic Center Syech Abdul Manan Indramayu, Senin malam (05/11/2018).

Supendi menambahkan, MTQ merupakan salah satu media silaturahmi sekaligus dakwah dan syiar islam yang dilaksanakan bukan hanya dalam rangka mencari qori/qoriah terbaik atau hafid/hafidzoh terbaik, melainkan yang lebih penting adalah bagaimana melakukan syiar serta dakwah dalam rangka menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an di Kabupaten Indramayu.

“Oleh karenanya saya ingatkan kepada seluruh kafilah MTQ hendaknya tetap menjunjung tinggi tujuan pelaksanaan MTQ ini, jangan karena gengsi kemudian berbagai cara ditempuh. Kaidah serta norma yang sudah ditetapkan tidak lagi diperhatikan. Jika ini masih terjadi maka tujuan mulia dari pelaksanaan MTQ menjadi slogan semata,” tegas Supendi.

Selanjutnya, saat seseorang melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an maka seseunguhnya adalah yang bersangkutan sedang mengagungkan nilai-nilai kemanusian serta kesalahan social, karena didalamnya akan menumbuhkan kepedulian yang tinggi terhadap sesame, fakir miskin, terhadap mereka yang membutuhkan pertolongan. Karena sesungguhnya Al-Qur’an telah mengajarkan semua nilai-nilai tersebut, Al-Qur’an telah menunjukan jalan untuk senantiasa berbuat baik serta menjauh dari hal-hal yang buruk.

“Semua itu akan dapat dilaksanakan apabila kita telah memfungsikan Al-Qur’an sebagai pedoman dan pegangan hidup. Namun sayangnya masih banyak diantara kita yang menjadikan Al-Qur’an hanya sebagai pajangan dan sebagai pelengkap aksesoris dalam ruangan,” katanya.

Pada kesempatan itu Wabup Supendi menegaskan kepada dewan hakim untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan sungguh-sungguh dengan memberikan nilai yang tinggi jika memang layak dan sesuai dengan kemampuannya.

“Laksanakan tugas penjurian secara professional, obyektif dan jangan pernah memihak pada salah satu kafilah, dan kepada para camat saya ingatkan jangan coba-coba memaksakan kehendak untuk menjadi yang terbaik dengan cara mempengaruhi aapa lagi sampai memberikan tekanan kepada dewan hakim. Jika ada yang melakukan hal itu, segera laporkan pada saya tanpa harus menunggu MTQ selesai saya akan suruh pulang kafilah tersebut,” tegas Supendi.

Pembukaan tersebut ditandai dengan pemukulan rebana dan penyerahan kembali piala bergilir oleh Wakil Bupati Indramayu kepada panitia untuk diperebutkan kembali.


Penulis : Deni Sanjaya
Powered by Blogger.