ads

PILKADA INDRAMAYU 2015

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Polsek Kandanghaur Bekuk Pelaku Curanmor

 
Indramayu - Rit alias Bureng (39), warga Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dibekuk jajaran Unit Reserse kriminal (Reskrim) Polsek Kandanghaur. Penangkapan pelaku dilakukan menyusul laporan dari korban bernama Paus Yanto (29), warga Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur. 
 
Dari tangan pelaku, disita barang bukti satu sepeda motor Yamaha Jupiter MX bernomor polisi E 5521 TH milik korban.

Kapolsek Kandanghaur, Komisaris Gustaf Sipayung menjelaskan, pelaku bermodus dengan meminjam motor korban lantas mencurinya.

"Modus operandi yang dilakukan pelaku ini dengan berpura-pura meminjam sepeda motor. Selanjutnya motor korban dibawa kabur oleh pelaku. Pelaku pun menghilang saat dicari oleh korban," ujarnya, Kamis (11/2/2016).

Pelaku dengan korban saling mengenal. Saat pelaku meminjam motor tersebut, korban pun membolehkannya. Namun, setelah motornya tak kembali, korban pun melapor kepada aparat.
"Dari laporan ini selanjutnya jajaran kami melakukan pengejaran. Akhirnya Bureng berhasil kita amankan bersama barang bukti motor milik korban, " katanya.

Gustaf mengungkapkan, aksi yang dilakukan pelaku ternyata tidak hanya sekali. Setelah dilakukan pengembangan, diketahui pelaku sudah melakukannya berkali-kali di tempat dan lokasi berbeda. motor korbannya digadaikan atau dijual oleh pelaku.

"Banyak TKP yang dia lakukan, bukan saja di wilayah hukum Kandanghaur saja, melainkan di wilayah Losarang dan Lohbener, " ucap Gustaf.


Penulis : Dwi Ayu
Sumber : Okezone

SBMI Desak Polres Indramayu Tuntaskan Kasus Buruh Migran


Indramayu - Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Indramayu didampingi enam pelapor sebagai korban mendesak Polres Indramayu untuk menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan pada awal Desember 2015 lalu mengenai maraknya perdagangan orang (trafficking,-red). Pasalnya  hingga saat ini tindak lanjut dari pelaporan tersebut tidak jelas kabarnya. 
 
“Kami bersama para korban TKI Malaysia akan melaporkan NW dan NL, salah satu sponsor/perekrut perseorangan yang diduga telah melakukan perekrutan non prosedural dan kejahatan tindak pidana,” ungkap Ketua SBMI Indramayu, Juwarih, Rabu (10/2).

Ia menyatakan, beberapa korban yang akan melaporkan yakni Yadi dan Nano Sutarno asal Desa Dadap Kec. Juntinyuat, Muryanto asal Desa Sindang,  Kecamatan Sindang, Tarsono asal Kelurahan Bojongsari Kec. Indramayu, Toto Wijaya dan Jayadi asal Desa Gintung Lor Kec. Susukan, Kabupaten Cirebon.

Awalnya, kata dia, para korban diberi iming-iming untuk bekerja di salah satu perusahaan ternama di Negeri Jiran (Petronas) dengan gaji yang cukup besar yakni 4.50 RM/jam, lembur 6.75 RM/jam, Hari Minggu 9 RM/jam, Hari Besar Malaysia 13.50 RM/jam dengan biaya Rp 2-5 juta per orang, Para korban direkrut dengan menggunakan visa turis serta pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Pemalang.

Namun setibanya di Malaysia dengan perjalanan darat dari Etikong ke Serawak, apa yang dijanjikan oleh pihak sponsor untuk dipekerjakan di perusahaan Petronas ternyata cuma janji belaka. Para korban malah dipekerjakan pada perusahaan konstruksi pemasangan kabel listrik (XCD China Man) dan lebih nahas lagi baru saja tiga hari bekerja mengalami kecelakaan. Mobil yang ditumpangi para pekerja terbalik, dalam kecelakaan tersebut 2 orang TKI meninggal dunia, 3 orang luka parah/patah tulang dan 16 orang luka ringan.
"Atas dasar itu, kami mendesak kepada pihak kepolisian agar segera menangkap para pelaku sebelum korban semakin banyak. NW dan NL diduga melanggar UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri (PPTKILN),” tuturnya.

Ia menambahkan, dalam  Pasal 4  UU Nomor 39 Tahun 2004 secara tegas menyatakan  bahwa orang perseorangan dilarang menempatkan Warga Negara Indonesia untuk bekerja di luar negeri,  juncto pasal 102 yang menyatakan ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling sedikit Rp 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah) dan paling banyak Rp 15.000.000.000,00 (lima belas miliar rupiah).

Maka  setiap orang yang menempatkan Warga Negara Indonesia untuk bekerja di luar negeri sebagaimana dimaksud dalam pasal 4; menempatkan TKI tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam pasal 12; atau menempatkan calon TKI pada jabatan atau tempat pekerjaan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan norma kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30. Sementara dalam ayat (2) tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan tindak pidana kejahatan.

“Untuk itu kami SBMI Indramayu siap mengawal kasus tersebut dan mendesak kepada Polres Indramayu untuk mengusut tuntas perbuatan yang melawan hukum itu agar ke depan tidak ada lagi pelaku perekrutan yang melanggar UU,” tandasnya.

Selain melaporkan ke Polres Indramayu, SBMI juga akan melakukan tembusan dan upaya advokasi ke Dinsosnakertrans Indramayu, BP4TKI Cirebon, Polda Jabar, Mabes Polri, BNP2TKI, Kemenakertrans, dan staf kepresidenan.


Penulis : Ihsan/Agus Sugianto
Sumber :Fajarnews

Awas Banjir, Sungai Cimanuk Berstatus Waspada


Indramayu - Semakin tingginya debit Sungai Cimanuk akibat hujan lebat menyebabkan pasokan air dari sejumlah anak sungai melimpah.

Debit sungai yang bermuara di Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu juga cukup mengkhawatirkan. Meski Bendung Rentang di Jatitujuh, Majalengka telah memperkecil debit hingga di kisaran 160 m3/detik, namun debit yang mengalir ke wilayah Cantigi di kisaran lebih dari 800 m3/detik.

Pengawas Bendung Rentang Jatitujuh Daddy Supriyadi mengatakan penambahan volume air terjadi justru di wilayah hilir Rentang. Karenanya, meski pintu Rentang dipersempit untuk menekan debit, aliran Cimanuk tetap tinggi ketika sampai di Indramayu.

“Ini di luar kendali kami. Rentang sudah kami tekan debitnya di kisaran 160 m3/detik. Tapi rupanya, tambakan pasokan air datang melimpah dari anak-anak sungai di sebelah hilir Rentang,” tutur pengawas Rentang Daddy Supriyadi melalui sambungan telepon, Rabu (10/2/2016).

Dikatakan, Sungai Cimanuk yang debitnya sangat tinggi dipasok dari dua anak sungai yang cukup besar, yakni Sungai Cikeruh dan Ciranggon.

Selain itu, ada juga dua anak sungai yang relatif kecil, Sijago dan Sitepu.

Limpahan air dari anak-anak sungai itu yang membuat Rentang tak mampu mengendalikan air Cimanuk yang mengalir ke Cantigi.

“Salah satu dampaknya ialah jebolnya tanggul di Blok Waledan, Desa Lamarantarung, Cantigi yang merendam ratusan rumah serta ratusan hektare areal tambak bandeng dan udang,” sebutnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Edi Kusdiana mengaku telah menerjunkan seluruh tim untuk mengawasi non stop tanggul-tanggul Cimanuk yang kritis.

“Kita mewaspadai Cimanuk. Jika melihat kecenderungannya, musim hujan ini masih belum mencapai puncak. Makanya kami mewaspadai potensi banjir akibat tanggul jebol dan luapan Cimanuk,” tutur dia.


Penulis : Panji/DEN
Sumber : Fokus Jabar

Top