Header Ads

postimage

Sakit Hati, Remaja Bunuh Pasangan Sesama Jenisnya


Indramayu - Jajaran Polres Indramayu menangkap pembunuh Mukana (48), pria asal Drunten Wetan, Blok Kamplong, Kecamatan Gabus Wetan Indramayu. Setelah ditelusuri, ternyata Mukana dibunuh pasangan sesama jenisnya.

Pelaku yang berhasil ditangkap berinisial ARAG. Remaja berusia 17 tahun tersebut ditangkap Sabtu 23 September 2017. Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polres Indramayu.

Kapolres Indramayu Arif Fajarudin mengatakan, motif dalam pembunuhan keji tersebut yakni akibat cemburu buta. ARAG tersinggung oleh perkataan yang meluncur dari mulut Mukana ketika kedua pria tersebut tengah berkencan. Akibatnya, ARAG menjadi gelap mata dan menghabisi nyawa Mukana saat itu juga. Dengan kedua tangannya, ARAG membekap hidung dan mulut Mukana hingga meregang nyawa. 

Arif menyatakan, untuk menemukan titik terang, polisi akan menelusuri lebih lanjut kasus tersebut. Termasuk menggali makam Mukana dan melakukan autopsi. "Termasuk melakukan koordinasi dengan psikologi untuk melakukan pemeriksaan dan penelitian terhadap pelaku," ujar Arif, Senin 25 September 2017.

Pembunuhan keji tersebut berlangsung di Indramayu pada Rabu 20 September 2017. Kakak Mukana, Waskinah (52) mendatangi rumah Mukana pada Rabu 20 September 2017 malam. Pintu rumah Mukana ketika itu dalam kondisi tertutup namun tidak terkunci. Lantas Waskinah langsung masuk ke dalam rumah.

Saat masuk ke rumah, ia mendapati pintu kamar Mukana sedikit terbuka. Betapa kagetnya Waskinah menemukan adik lelakinya telentang dalam kondisi tanpa busana. Waskinah pun berusaha membangunkan Mukana namun dia telah tewas. Seketika, Waskinah berteriak dan berlari ke luar rumah untuk meminta pertolongan kepada warga.

Warga kemudian mulai mengevakuasi jasad Mukana. "Kejadian ini oleh Waskinah dilaporkan kepada petugas dan dari keterangan serta data olah TKP polisi pun berhasil menciduk pelakuknya yang tak lain adalah ARAG yang masih berumur 17 tahun," kata Arif.

Saat olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan tanda kekerasan di tubuh korban. Tanda itu antara lain luka memar di dagu. Di leher pun ditemukan bekas cakaran. Barang bukti yang diamankan antara lain sepeda motor dan dua telefon genggam.


Penulis : Gelar/PR


Download Tarling Cirebonan
Powered by Blogger.