Header Ads

postimage

Remaja Indramayu Usia 14-18 Tahun Menjadi Konsumen Tuak


Indramayu - Masyarakat yang mengonsumsi tuak di Indramayu ternyata didominasi oleh remaja. Sekitar 85 persen pembeli tuak di sejumlah lokasi perdagang miras adalah remaja dengan usia 14 hingga 18 tahun. Remaja tersebut masih berstatus pelajar atau juga putus sekolah.

Salah satu penjual miras di Indramayu, NA (30) selama ini banyak remaja yang menjadi konsumennya. Tidak sekadar meminum tuak, mereka juga kerap mengoplos tuak dengan berbagai zat. Sebut saja minuman suplemen atau bahkan lotion obat nyamuk. Hal ini yang akhirnya membuat banyak pemuda yang tewas karena miras oplosan.

“Padahal kalau diminum murni tanpa dicampur, tidak membahayakan. Justru bisa menambah nafsu makan. Itu juga kalau minumnya secukupnya,” ujar pria yang sudah menjual tuak selama 3 tahun ini.

Selama ini, kebanyakan remaja meminum tuak dalam jumlah yang melebihi batas. Sehingga tuak memberi efek memabukkan. “Dan ada juga yang dicampur lotion obat nyamuk. Ini yang bisa menghilangkan nyawa,” ujarnya.

NA pun menyayangkan banyaknya remaja yang nekat mengoplos tuak. Meksipun begitu, ia mengaku masih akan menjual minuman tuak. Karena hal itu adalah satu-satunya mata pencahariannya. Dalam satu hari, ia bisa menjual 10 hingga 20 liter. bahkan, jika libur, ia mampu menjual 2 jeriken ukuran 30 liter.

Senada, penjual tuak lainnya di Jatibarang, SJ (45) mengatakan, tuak diburu justru menjelang hari raya Idul Fitri. Ia mengaku bisa menjual hingga 30 jeriken.

“Berbagai usia sih konsumennya. Cuma ya kebanyakannya remaja. Sekitar 85 persennya pelajar dan ada juga yang putus sekolah,” tuturnya.


Penulis : Oni
Sumber : Radar Cirebon
Powered by Blogger.