Header Ads

postimage

Kekurangan Blangko E-KTP di Kab. Majalengka Capai 73 Ribu

Ilustrasi Majalengka Kekurangan Blangko E-KTP
Majalengka - Pemkab Majalengka membutuhkan blangko Kartu Tanda Penduduk sebanyak 73.213 untuk bisa mencetak e-KTP warga yang sudah melakukan perekaman.

Saat ini proses pencetakan terpaksa dihentikan sementara akibat stok blangko Kartu Tanda Penduduk hingga mingu kedua bulan ini sudah kosong, sehingga untuk pencetakan KTP terpaksa harus menunggu kiriman dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Majalengka Jojo Hadiwijaya, mengatakan pihaknya telah mengirim surat kepada Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri terkait kosongnya blangko KTP ini. “Kami sudah laporkan ke pusat tapi memang belum dikirim karena butuh waktu,” ucapnya Senin (25/4/2016).

Hingga kini suplai blangko KTP memang masih dilakukan oleh Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri sedangkan pemerintah daerah hanya melakukan perekaman dan pencetakan kartu.

Jumlah 73.213 itu adalah prediksi kebutuhan KTP untuk tahun 2016, yang disesuaikan dengan jumlah penduduk Kabupaten Majalengka yang mencapai 1.250.180 jiwa, sedangkan wajib KTP per 31 Desember mencapai 919.459 jiwa.

Hingga kini penduduk yang sudah melakukan perekaman data telah mencapai 862.446 jiwa, sedangkan yang belum melakukan perekaman data sebanyak 57.013 jiwa dan sisanya kini terus diupayakan agar semua warga segera melakukan perekaman data agar begitu blangko tersedia KTP segera dicetak dan diserahkan kepada pemiliknya masing-masing.

“Warga yang sudah melakukan perekaman dan KTP-nya tapi belum jadi ada 16.200 jiwa dan bila dijumlahkan dengan banyaknya warga yang belum melakukan perekaman masih sekitar 73.213,“ sebutnya.

Dia mengatakan bila mengacu pada target nasional sebesar 72 persen untuk pencetakan KTP sejak tahun 2014, ataupun Kartu Penduduk serta akta kelahiran di Kabupaten Majalengka telah melapaui target, karena pencapaian target KTP kini sudah sebesar 92 persen.


Penulis : Juaranews
Powered by Blogger.