Header Ads

postimage

Sindikat Pencurian Truk Bergentayangan di Indramayu

Indramayu - Sudah jatuh terimpa tangga pula. Sidik (40) penduduk Blok Plumbon, RT 01/01, Desa Sukagumiwang, Indramayu, Ahad (14/10) tahun lalu, telah kehilangan sebuah Truk Mitsubishi Colt Diesel dengan Nopol E 9446 PA di bilangan Desa Plumbon, sekitar pukul 10.00 WIB. 

Setelah dibuat berita acara dan diajukan ke Asuransi Sinarmas di Jl. Pajajaran Bandung, melalui kuasa hukumnya M.T. Sukirman dari Lembaga Konsultan Hukum (LKH) Bandung, ditolak. Menurut pihak asuransi, kehilangan truk yang bernilai ratusan juta rupiah tersebut tidak murni hilang, akan tetapi dugaan BAP ada rekayasa. 

Sidik pada akhirnya merasa heran setelah berbagai upaya melengkapi surat-surat di Polres Cirebon dan biaya mondar-mandir ke Bandung tidak membuahkan hasil apa-apa. 

Menurut Sidik, kejadian itu bermula ketika supir truknya bernama Sadikin diajak oleh RSHN ke rumah kos SLH untuk membawa peralatan seperti komputer, lemari dll, untuk pindahan kos. Di sana Sadikin diberikan minuman gula asam yang dicampur gula Jawa, lalu setelah itu Sadikin tidak sadarkan diri. Ketika sadar sudah dalam keadaan terikat, dan diketahui RSHN membawa truk Sadikin. 

Dari berbagai sumber diperoleh keterangan diduga ada keterlibatan RSHN yang merupakan penduduk Desa Salem, RT 01/05, Brebes Jawa Tengah, yang sebelumnya ditemukan copy SIM A di rumah kosan SLH, diduga RSHN terlibat dengan para tersangka, namun saat ini pihak penyidik masih belum menyentuh RSHN. 

“Saya pernah menemukan korban lain sewaktu berkunjung ke Salem dengan modus dan tata cara yang sama seperti yang dilakukan RSHN terhadap Sadikin. Motif penipuannya dengan alasan pindahan. Kejadian seperti itu juga terjadi di Karangampel dan Indramayu,” ungkap M.T. Sukirman. 

Tersangka pelaku hingga saat ini masih bebas bergentayangan dan Sadikin mengharapkan tindakan nyata dari penegak hukum. Sementara itu, pemilik kendaraan saat ini penuh harap agar kasus pencurian tersebut dapat diusut secara tuntas karena ini diduga merupakan sindikat yang sasarannya kendaraan jenis truk. ND

No comments

Powered by Blogger.