Header Ads

postimage

Baliho Pasangan Cagub/Cawagub Jabar Dirusak di Indramayu

Indramayu - Belasan baliho pasangan Calon Gubernur (cagub) dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat yang dipasang di sejumlah titik di Indramayu dirusak.

Hingga saat ini, belum diketahui siapa pelakunya. Namun laporan perusakan ini telah diterima oleh Panwaslu Kab. Indramayu.

"Kami sudah menerima pengaduan atas perusakan sejumlah baliho tersebut dan berkoordinasi dengan Polres Indramayu," kata Ketua Panwaslu Kab. Indramayu, Syamsul Bahri Siregar, Minggu (23/12).

Berdasarkan pemantauan "PRLM" baliho yang dirusak rata-rata berukuran besar dan berada di sejumlah lokasi strategis seputaran Indramayu kota.

Pelaku perusakan mencoret bagian baliho dengan lingkaran yang diduga disemprot dengan cat "pylox". Baliho yang dirusak di antaranya berisi foto pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, Dede Yusuf-Lex Laksmana, serta Rieke-Teten Masduki.

Menanggapi laporan sejumlah tim pemenangan cagub menjelaskan, Syamsul menuturkan, pihaknya akan menelusuri kasus perusakan tersebut.

Namun di sisi lain, dia juga meminta seluruh tim pemenangan cagub serta masyarakat luas untuk tidak terprovokasi. Terlebih karena kasus ini terjadi sebelum masa kampanye dimulai.

"Wilayah Indramayu ini masuk dalam zona merah. Untuk itu, kita mintakan kepada seluruh masyarakat untuk saling menghormati dan tidak melakukan pelanggaran pemilu," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono mengatakan sedikitnya terdapat 15 baliho besar yang dirusak.

Sejauh ini, baliho yang terpantau dirusak berada di sekitar Bojong Sari, pertigaan Al-Wasliyah, Jembatan Cimanuk, dan pertigaan MM Mall.

''Dari hasil investigasi timnya di lapangan dan keterangan saksi, aksi perusakan itu dilakukan oleh sejumlah orang yang menggunakan kendaraan berwarna biru. Atas tindakan pengotoran pada baliho pasangan Paten, kami langsung melaporkan kepada Panwaslu," tuturnya.

Hal senada juga dialami oleh baliho milik pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar. Sekretaris DPD PKS Kabupaten M Zaedi mengatakan, pihaknya masih mendata jumlah baliho yang dirusak. "Kita masih menginventarisir jumlah baliho yang dicorat-coret oleh orang tak dikenal itu," tutur Zaedi. (Sumber)

No comments

Powered by Blogger.