Header Ads

postimage

Pengiriman 82 ABG Asal Indramayu ke Malaysia Digagalkan



Indramayu - Polres Indramayu, Jawa Barat, mengagalkan pengiriman 82 anak baru gede (ABG) yang akan dikirim ke Malaysia untuk bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI), Rabu (13/6).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun digagalkannya pengiriman 82 ABG tersebut berdasarkan laporan warga tentang adanya dua bus yang hendak menuju Jawa Tengah (Jateng) dengan membawa puluhan ABG.

Polisi pun langsung bertindak dengan mencegat kedua bus tersebut di ruas Jalan Desa/Kecamatan Karangampel, Indramayu, sekitar pukul 00.00 WIB. Kedua bus Maju Makmur yang mengangkut ABG tersebut bernomor polisi AA 1559 AA dan AA 1653 AA itu pun langsung ditangkap dan dibawa ke kantor Polres Indramayu.

Sebanyak 82 ABG yang berada dalam bus semuanya perempuan dan rata-rata lulusan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) dari beberapa kecamatan di Indramayu. Bahkan, berdasarkan pendataan, di antara mereka ada 19 gadis yang masih di bawah umur.

Kasatreskrim Polres Indramayu Ajun Komisaris I Nyoman Dita menjelaskan saat ini ia masih menyelidiki kasus ini. "Kasus ini masih dalam pengembangan," ujarnya.

Tetapi, ia belum bisa memastikan apakah keberangkatan puluhan ABG tersebut legal atau ilegal, karena mereka masih harus menjalani tes yang dilakukan PT Sofia Sukses Sejati. Nyoman juga membenarkan adanya adanya gadis di bawah umur. "Jumlahnya sekitar 19 orang, tapi masih kami data lagi," katanya.

Salah seorang ABG asal Losarang, Cita Aryanti, mengaku mendapat informasi adanya pekerjaan di Malaysia dari perwakilan PT Sofia Sukses Mandiri yang langsung datang ke sekolahnya. "Kami dijanjikan bekerja di pabrik elektronik di Malaysia," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Indramayu saat dimintai konfirmasi menyatakan berdasarkan informasi dari stafnya, PT Sofia Sukses Sejati memang pernah mengajukan surat pemberitahuan rekrutmen (SPR). "Namun hingga kini administrasinya belum diurus," katanya. (sumber)

No comments

Powered by Blogger.