Polisi Temukan Mesin Pompa Milik Korban Pembunuhan



Indramayu - Keluarga korban pembantaian yang menimpa kakek-nenek warga Desa Baleraja, Kecamatan Gantar, Indramayu, Jabar tidak yakin motif pelaku hanya ingin mencuri pompa air saja.

“Kayaknya enggak mungkin, rampok itu sampai tega membunuh Emad, 80 dan istrinya Ambu, 70 pada Rabu (11/5) hanya karena ingin menguasai pompa air saja. Pompa air itu kan harganya tidak seberapa. Pastinya ada harta lain seperti simpanan uang dan perhaisan emas yang diincar pelaku,” ujar Edi, 49 warga Kecamatan Gantar.

Polisi hingga Jumat (13/5), siang masih menyelidiki kasus pembunuhan suami-istri itu yang selama hidupnya dikenal selalu rukun di Blok Pasah RT. 01/ RW.10 Desa Baleraja, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jabar itu.

Seperti diketahui, Emad dan Ambu suami- istri yang semasa hidupnya dikenal hidup rukun itu diketahui sudah tak bernyawa di rumahnya. Polisi menemukan bekas luka terkena sabetan senjata tajam dan pukulan benda tumpul pada kepala dan punggung. Di jalan yang tak jauh dari rumah korban, petugas menemukan satu unit pompa air milik korban tergeletak dan ditinggal kabur pelaku.

Darah yang sudah mengental tampak berserakan di dekat jenazah kedua pasangan suami-istri itu. Polisi memeriksa sejumlah saksi, terutama tetangga dekat. Termasuk Satim, 48 warga Blok Cadas Ngampar yang pertama kali mengetahui kedua pasutri itu ditemukan tewas.

Melihat banyak warga yang penasaran dan ingin melihat dari dekat ke lokasi kejadian, Polsek Gantar memasang garis polisi (police line) di TKP. (sumber)

Powered by Blogger.