Massa Berunjuk Rasa Tolak Hasil Pemilukada



Indramayu - Massa yang mengatasnamakan masyarakat pro demokrasi menggelar aksi demonstrasi di depan kantor KPUD Indramayu, Jumat (27/8) pagi ini. Ratusan orang ini menyatakan menolak hasil pemilukada yang memenangkan pasangan Anna Sophanah-Supendi.

Massa menilai, kemenangan istri Bupati Yance sebagai bupati periode 2010-2015 sebagai bentuk kezaliman. Sebab kemenangannya diwarnai kecurangan dan perbuatan zalim.

"Apa yang terjadi pada kampanye kemarin diwarnai kezaliman. Kepala dinas, camat, dan kuwu dilibatkan dalam kampanye. Apa ini bukan kezaliman? Selain itu, tiga hari sebelum pemilihan, ada pembagian uang yang berasal dari APBD," ujar Juru Bicara Aksi, Purnomo.

Menurut Purnomo, pemilukada 18 Agustus lalu sama sekali tidak diwarnai demokrasi. Pemimpin Indramayu hanya dikuasai dinasti Yance, sehingga tidak ada kesempatan bagi warga untuk turut serta menjadi pemimpin Indramayu. Kepemimpinan Indramayu tak ubah seperti sebuah kerajaan.

"Setelah Yance berkuasa dua periode, nanti istrinya juga dua periode. Setelah itu anaknya, lalu cucu dan cicitnya," ujar Purnomo.

Aksi massa dilakukan untuk menolak hasil KPUD Indramayu terkait pasangan pemenang pemilukada. Rencananya, hari ini KPUD Indramayu akan mengumumkan dan menetapkan Bupati-Wakil Bupati lima tahun mendatang.

Berdasarkan hasil rekapitulasi, pasangan Anna-Supendi dinyatakan menang. Pasangan yang pada pemilukada kemarin bernomor urut 4 itu memperoleh suara hingga 60,81 persen. (sumber)
Powered by Blogger.