Pasangan Mesum dan PSK Dijaring Polisi



Indramayu - Sedikitnya empat pasangan mesum dan sejumlah wanita malam digaruk polisi dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilakukan oleh Samapta Polres Indramayu, Minggu (4/7) dini hari. Mereka berhasil diamankan saat berbuat mesum bersama pasangannya dari dua hotel. Kedua hotel itu adalah hotel 'G' Indramayu dan penginapan 'RK' yang ada di wilayah kecamatan Haurgeulis.

Sedangkan wanita penghibur didapat dari sebuah diskotik 'Rini' yang masuk kedalam kecamatan Sindang, Kab. Indramayu. Oleh petugas, mereka langsung digelandang ke mapolres setempat untuk dilakukan pendataan yang kemudian dilepaskan kembali.

"Operasi pekat yang kita gelar kali ini mengamankan empat pasangan dan tiga wanita malam. Sedikitnya hasil razia akibat dari seringnya kami melakukan kegiatan serupa, " kata Kapolres Indramayu AKBP Nasri Wiharto, S.I.K., melalui Kasat Samapta AKP M. Pardede, S.H., didampingi KBO Ipda Khodirin, S.H.

Menurut dia, gencarnya razia yang dilakukan pihaknya ini bertujuan untuk menyempitkan ruang gerak mereka yang ditengarai sering meresahkan warga. Bahkan operasi serupa juga akan terus dilakukan sesuai dengan rencana yang bertujuan untuk ketertiban dan memberikan rasa aman kepada warga dalam bermasyarakat.

"Minimal kegiatan ini akan terus kami lakukan. Hal itu adalah untuk menekan angka keresahan warga terhadap adanya kegiatan malam yang cukup meresahkan warga. Bukan sedikit kami menerima laporan dari warga tentang adanya kegiatan malam yang cukup mengganggu. Mudah-mudahan seiring rutinitas kegiatan serupa akan membawa dampak kepada warga sehingga masyarakat akan merasakan rasa aman, tertib." ujarnya.

Dari berbagai lokasi, mereka yang berhasil diamankan langsung dimasukan kedalam mobil dalmas. Setelah dikumpulkan di ruang Samapta Polres setempat. Mereka didata identitasnya serta dilakukan pembinaan oleh petugas agar perbuatannya tidak dilakukan kembali.

"Pemilik hiburan malam sepertinya sudah mengerti bahwa kerjaan yang mereka lakukan melanggar aturan. Makanya, saat kita melakukan operasi di sejumlah lokasi ternyata sudah tutup. Namun hanya beberapa lokasi saja yang masih melakukan kegiatannya. Tutupnya sebagian lokasi hiburan malan bukan hanya dikarenakan operasi kita bocor. Kami harapkan dengan adanya operasi penertiban ini, minimal dapat menimbulkan efek jera bagi pemiliknya. Sehingga pemiliknya itu akan berganti pekerjaan, " terang Pardede. (sumber)
Powered by Blogger.