Sembilan Kapal Motor Nelayan Indramayu Dirampok



Indramayu - Sebanyak sembilan buah kapal motor nelayan asal Kabupaten Indramayu menjadi korban perompakan kelompok bersenjata. Perompakan tersebut antara lain terjadi di perairan Subi Kepulauan Natuna dan Pontianak, Kalimantan Barat.

Dari sembilan kapal tersebut, dua di antaranya merapat di Pelabuhan Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Senin (7/6). Dua kapal tersebut adalah Kapal Motor Sari Mulya dan Kapal Motor Mandala. Nasiron, 40 tahun, nakhoda Kapal Motor Sari Mulya menjelaskan saat itu kapalnya sedang dalam perjalanan pulang menuju Indramayu. "Tapi saat melintas di perairan laut Subi, kapal kami didekati perahu jenis klotok bermuatan empat orang," kata Nasiron.

Saat sudah dekat, mereka pun langsung meloncat ke atas kapal dan langsung menodong senjata api laras panjang. Mereka langsung meminta seluruh hasil tangkapan. "Bahkan perbekalan dan peralatan kapal pun juga diminta," katanya. Saat ada anak buah kapal yang menolak, perompak itu menganiaya anak buah kapal tersebut.

Puas mengambil harta jarahannya, perompak itu pun langsung kembali ke kapal mereka sendiri dan mengarahkannya ke Kapal Motor Mandala yang hanya berjarak sekitar 20 mil dari Kapal Motor Sari Mulya.

Nakhoda Kapal Motor Mandala, Rosid, pun mengaku mereka dipaksa untuk menyerahkan sejumlah uang dan barang bawaan mereka. "Kami tidak bisa melawan, senjata mereka siap menembak kami kapan saja," kata Rosid.

Kepala keamanan KPL Mina Sumitra Karangsong, Bunyamin, membenarkan adanya laporan kekerasan tersebut. "Dalam seminggu terakhir ini sudah ada sembilan pemilik kapal yang melaporkan tindak kekerasan di perairan Natuna itu," katanya. Karena itu, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara maupun Polisi Air untuk mengejar pelaku. (sumber)
Powered by Blogger.