Header Ads

postimage

KA Bima Patah As, Ratusan Penumpang Telantar



Indramayu - Kereta Api (KA) Eksekutif Bima jurusan Surabaya Gubeng - Jakarta Gambir mengalami patah as di jalur utara antara stasiun Telaga Sari - stasiun Terisi, Kab. Indramayu, Minggu (20/6) sekira pukul 5.15 WIB. Kerusakan yang dialami KA Bima ini bukan hanya pada asnya yang patah, namun lokomotif penarik gerbong pun terkendala. Akibat musibah ini ratusan penumpang telantar selama lebih dari tiga jam.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, KA Bima Eksekutif yang membawa ratusan penumpang dari surabaya ini mengalami patah as pada gerbong eksekutif nomor empat. Kondisi ini mengakibatkan KA tidak dapat berjalan secara normal. Bahkan saat KA yang menarik sembilan gerbong tersebut melintas di jalur KA antara stasiun Telaga Sari- stasiun Terisi tepatnya di tengah-tengah sawah di Blok Cibadak, Desa Cikedung, Kec. terisi, Kab. Indramayu terpaksa berhenti mendadak. Selain mengalami patah as, kerusakan juga terjadi pada lokomotif penarik gerbong kereta. Sehingga kondisi ini mengakibatkan seluruh rangkaian Ka tidak dapat dijalankan seperti biasanya dan jalur KA di Pantura mengalami gangguan karena satu jalur tidak dapat berfungsi normal. Hingga sejumlah petugas terpaksa menahan seluruh kereta api di sejumlah stasiun antara Jatibarang dan Haurgeulis, Kab. Indramayu untuk dapat melintas secara bergantian.

Beberapa saat kemudian petugas teknisi dari PT KAI Daops III Cirebon datang ke lokasi. Mereka langsung memeriksa serta memperbaiki kerusakan yang terjadi pada kereta itu. Proses perbaikan membutuhkan waktu dua jam. Dan setelah dinyatakan normal, KA tersebut akhirnya melanjutkan perjalanannya.

Menurut Agus (35), salah satu penumpang KA Bima menyatakan kekecewaannya, pasalnya tidak ada petugas KA yang memberitahukan kepada penumpang adanya kerusakan kerete tersebut. Bahkan katanya, saat kejadian seluruh penumpang panik akibat lampu kereta di gerbong mendadak mati. Hingga banyak anak-anak yang menangis akibat kondisi tersebut kondisi ini berangsur normal setelah tiga jam menunggu lokomotif pengganti dari Stasiun Parujakan Cirebon. (sumber)

No comments

Powered by Blogger.