Header Ads

postimage

Beras Super Indramayu Tembus Rp 7000 / Kg

Indramayu - Pedagang beras di Pasar Induk Beras (PIB) Johar, Kabupaten Karawang terpaksa mendapatkan pasokan beras dari Kab. Indramayu. Pasalnya pasokan beras di Karawang masih minim setelah panen raya selesai. Sementara itu, kenaikan harga beras di sejumlah pasar masih terus terjadi.

Menurut pedagang beras PIB Johar Karawang, H. Sudayat, selama sepekan terakhir harga beras naik hingga Rp 400 per kg. Beras kualitas sedang seperti IR 64 mulai dari harga Rp 5.300,00 per kg. "Di tingkat eceran harga maksimal sampai Rp 6.000,00 per kg," ucap Sudayat.

Bahkan, untuk beras kategori super harganya malah mendekati Rp 7.000,00 per kg. Meskipun harga terus naik, tingkat penjualan tidak berkurang. Sudayat mengatakan, untuk menyiasatinya dia memasok empat puluh persen beras dari Indramayu. "Harga beras Indramayu lebih murah dibandingkan dengan dari Karawang sendiri," ujarnya.

Berdasarkan pengamatan, pasokan beras dari Karawang hanya berasal dari areal pesawahan golongan air IV dan V yang kini menghabiskan masa panen musim rendeng. Hasil produksinya pun berkurang dari masa sebelumnya. Hal itu pula yang menyebabkan kiriman beras ke pasar terus berkurang.

Para pedagang memperkirakan harga akan kembali normal menjelang panen pada Agustus mendatang. Namun, para pedagang mengkhawatirkan puncak harga beras pada awal Ramadan. "Semoga pemerintah segera turun tangan," ujar Sudayat.

Taryo, petani di Kec. Pedes, Kab. Karawang, mengakui, hasil produksi berkurang terutama akibat serangan hama. Dia menyebutkan, dari 1 hektare sawah, hanya menghasilkan sekitar 5-6 ton. "Padahal, musim lalu bisa sampai 7 ton," ucapnya.

Di Kec. Tempuran, produksi padi juga menurun hingga dua puluh persen. Menurut petani setempat, Ijam Sujana, penurunan produksi itu disebabkan serangan rumput kerdil yang baru pertama kali terjadi di Karawang. Rata-rata produksi petani di wilayah tersebut sekitar 5,5 ton per hektare. Sebelumnya, produksi mencapai 6 ton per hektare. "Akan tetapi, penurunannya tidak terlalu signifikan," kata Ijam. (sumber) 

No comments

Powered by Blogger.