Header Ads

postimage

Indramayu Kekurangan Tenaga Penggerak Program KB



Indramayu - BPPKB (Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana) Kabupaten Indramayu kekurangan tenaga PLKB, sebagai penggerak Program KB jumlahnya sekitar 200 orang.

Jumlah penggerak Program KB di BPPKB Indramayu hanya 143 orang. Terdiri, 31 Kepala UPTD, 106 petugas KB dan 6 orang PLKB. Idealnya, 1 petugas KB menangani 1 desa/kelurahan. Kenyataannya 1 petugas KB menangani 3 desa/kelurahan.

Jika kekurangan SDM penggerak Program KB teratasi diharapkan bisa merangkul keluarga yang tidak ber-KB tetapi tidak punya anak yang jumlahnya 80.103 keluarga. Selain itu mengajak peserta KB baru,” ujar Wahidin, Kepala BPPKB kepada Pos Kota, kemarin, seraya menambahkan, kekurangan PLKB itu diharapkan diisi dari penerimaan CPNS baru.

Menurut dia, angka kelahiran anak di Indramayu 2,22 orang. Itu berarti seorang ibu melahirkan lebih dari 2 anak. Laju Pertumbuhan Penduduk 0,87 % (persen). Usia nikah pertama wanita pada Tahun 2008 usia 17,20 tahun. CU (Peserta KB Aktif) 296.001 dan PUS (Pasangan Usia Subur) 405.659 orang. CU diperbandingkan PUS 72,96 persen. Target peserta KB baru Tahun 2009 sebanyak 62.088 orang, tercapai 71.186 orang (114,09 %). Sedangkan peserta KB Aktif 2009 sebanyak 317..401 orang, dicapai 309.311 orang, prosentasenya 97,45 % atau 75,33 % CU per PUS.

Perolehan peserta KB baru 2009 tertinggi dicapai Kecamatan Kandanghaur 167,76 % disusul Kecamatan Tukdana 159,40 %, Kecamatan Sukagumiwang 145,16 %. Kecamatan terendah Sindang 94,53 %, Pasekan 98,37 % dan Jatibarang 101 %. Peserta KB Aktif tertinggi Kecamatan Balongan 81,77 %, Lelea 81,77 %, Terisi 80,02 %. Kecamatan terendah Peserta KB Aktifnya Krangkeng 65,04 %, Sliyeg 70,82 % dan Lohbener 72,65 %. Peserta KB yang D.O 22,82 % dari Peserta KB Aktif 97,45 %. D.O paling rendah Kecamatan Gantar 47,72 %, Widasari 41,60 % dan Sliyeg 31,45 %. (Poskota.Co.Id)

No comments

Powered by Blogger.