102 Siswi SMPN 1 Kroya Kesurupan



Indramayu - Sebanyak 102 siswi SMPN 1 Kroya, Indramayu, Jabar, mendadak kesurupan massal di ruang kelas sekolahnya usai mengikuti upacara pengibaran bendera Merah Putih, di halaman sekolahnya, Senin (15/2) pukul 08:25 WIB.

Tragedi kesurupan itu awalnya menimpa 4 siswi kelas 2. Lalu, menular ke puluhan siswi lainnya. Dan dalam waktu 15 menit, jumlah siswi yang kesurupan sudah mencapai 102 anak.

Kesurupan massal ratusan siswi itu tentu saja merepotkan puluhan guru dan ratusan siswa SMPN 1 Kroya. Mereka terpaksa harus menjaga tangan dan kaki siswi yang kesurupan. Soalnya, diluar kesadaran, siswi yang kesurupan itu berusaha menyerang dan menendang siapapun yang berada di dekatnya.

Karena tak ada ruang perawatan, ratusan siswi yang kesurupan itu tergeletak di lantai ruang kelas. Kepala SMPN 1 Kroya, Soleh, Senin (15/2) meliburkan siswa-siswi kelas 7, 8 dan 9 di sekolah itu.

“Siswi yang kesurupan umumnya menangis histeris. Tangan dan kaki mereka meronta-ronta. Bahkan matanya melotot. Iiih pokoknya ngeri,” ujar Agus, 13 siswa SMPN 12 Kroya yang dijumpai Pos Kota.

Ratusan siswa dan puluhan guru memberi pertolongan. Mulut mereka komat-kamit, memanjatkan do’a. Mereka mengharap kesembuhan untuk teman dan muridnya yang kesurupan itu.

Diperoleh informasi, kesurupan massal itu diduga ada kaitannya dengan penabangan pohon beringin beberapa hari sebelumnya. “Mungkin ada penghuni mahluk halus yang tidak suka pohon beringin itu ditebang karena itu berusaha mengganggu anak-anak,” kata Dasman, 59 warga Desa Kroya.

Kabid Dikmen Drs. H. Odang Kusmayadi, MM dijumpai Pos Kota terpisah di ruang kerjanya mengaku tidak mengetahui adanya kerusupan missal siswi SMPN 1 Kroya itu. “Saya tidak dapat informasi dari Pak Soleh, Kepala SMPN 1 Kroya. Saya justru baru mendengar informasi kesurupan itu dari anda,” ujar Odang Kusmayadi. (Poskota.Co.Id)
Powered by Blogger.