Ratusan Mahasiswa Kepung Pemkab Indramayu



Indramayu - Merasa tuntutannya menurunkan tarif air PDAM Tirta Dharma Ayu belum dipenuhi, ratusan mahasiswa, Selasa (12/1), mengepung Kantor Pemkab Indramayu.

Unjuk rasa gabungan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indramayu itu untuk yang ke sekian kalinya. Pendemo memperjuangkan nasib rakyat agar tarif air minum PDAM Tirta Dharma Ayu Indramayu diturunkan. Jumlah mahasiswa yang demo kali ini jauh lebih banyak. Dibandingkan aksi sebelumnya.

Pendemo mendesak bupati mencabut perbup (peraturan bupati) yang mensahkan naiknya tarif air minum yang ternyata sangat memberatkan konsumen. Khususnya Wong Cilik alias masyarakat yang ekonominya kurang mampu.

Menurut pengunjuk rasa, kebijakan menaikkan tarif air minum PDAM sangat tidak tepat. Karena manajemen belum melakukan perbaikan pelayanan kepada pelanggan. Selain itu, menaikkan tarif air minum pada saat kondisi perekonomian sedang lesu, sama artinya dengan upaya menyengsarakan masyarakat Indramayu.

Mereka mendesak bupati mencabut perbup yang memayungi naiknya tarif air minum yang diberlakukan direksi PDAM Tirta Dharma Ayu terhitung sejak awal Oktober 2009 itu.

Sebelum berunjuk rasa ke Pemkab Indramayu, ratusan mahasiswa melakukan aksi yang sama di Gedung Legislatif Jalan Jenderal Sudirman. Di gedung itu pendemo menyaksikan Ketua DPRD Indramayu Abdul Rozak Muslim, menandatangani surat persetujuan pembatalan perbup yang menaikkan tarif air minum.

Usai berorasi di depan Gedung Wakil Rakyat, pengunjuk rasa berjalan kaki dikawal anggota Polres Indramayu menuju Pemkab Indramayu. Namun pendemo kecewa karena tidak bisa berdialog langsung dengan bupati, pejabat yang menandatangani kenaikkan tarif air minum PDAM Tirta Dharma Ayu. (PK)
Powered by Blogger.