Header Ads

postimage

Pantai Glayem Mulai Terkikis Abrasi



Indramayu - Abrasi pantai di sepanjang kawasan pesisir utara Indramayu terus meluas, bahkan kondisinya kini semakin mengkhawatirkan. Imbasnya, areal permukiman warga maupun sejumlah lokasi wisata di pinggir pantai terancam hilang. Salah satu lokasi yang cukup parah terkena abrasi adalah lokasi wisata Pantai Glayem, Kec. Juntinyuat, Kab Indramayu.


Terkikisnya bibir pantai yang terjadi mengakibatkan muara Glayem, yang menjadi lokasi pendaratan kapal nelayan semakin menyempit. Bahkan abrasi yang terjadi pun mengancam lokasi objek wisata tersebut, yang hanya hanya berjarak 5-10 meter saja. Meski Pemkab Indramayu telah menahan abrasi dengan cara menumpuk sejumlah karung berisi pasir di tepi pantai, tidak dapat membantu banyak untuk menghambat terkikisnya bibir pantai tersebut.

Menurut Sunarto (39), pedagang di lokasi objek wisata Pantai Glayem, abrasi pantai yang semakin dekat ke lokasi objek wisata membuat para pedagang khawatir. Pasalnya, jika terjadi gelombang pasang, warung dadakan yang didirikan mereka di sepanjang pantai akan habis tergerus. Apalagi bangunan warung dadakan terbuat dari bahan semipermanen.

"Jelas saja kami merasa khawatir dengan kondisi ini. Kami, pedagang yang ada di tempat ini meminta kepada pemerintah untuk dapat mengantisipasi abrasi pantai," katanya, Minggu (11/10).

Ancaman ini juga dikeluhkan sejumlah pemilik rumah makan serta para nelayan di muara Glayem. Mereka mengkhawatirkan terkena imbas dari abrasi yang terjadi, karena sedimentasi tanah dan abrasi di lokasi pendaratan kapal.

"Semula muara Pantai Glayem mampu menampung puluhan kapal yang berlabuh. Namun karena kondisinya begitu, hanya beberapa kapal saja yang mendarat," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kab. Indramayu, Drs. H. Yan Mulyantoro, M.M. saat dikonfirmasi secara terpisah mengatakan, dari panjang pantai 114 km, abrasi pantai di Kab. Indramayu yang kondisinya cukup parah mencapai 15 km. Daerah yang terkena abrasi pantai tersebar di Desa Ujung Gebang, Kec. Sukra, Desa Eretan, Kec. Kandanghaur, Desa Dadap dan Desa Juntinyuat, Kec. Juntinyuat.

Abrasi pantai selain akibat tidak adanya penahan ombak yang memadai, puluhan hektare hutan bakau di kawasan pantai Indramayu pun telah beralih fungsi menjadi kawasan tambak yang diduga sebagai penyebab lainnya. Dari luas pantai tersebut, 40% kondisinya kini makin kritis dan rawan abrasi pantai akibat alih fungsi tersebut.

Kerusakan hutan sebagai benteng alam bagi abrasi pantai di kawasan utara Indramayu ini, diduga menjadi penyebab semakin tingginya kawasan pantai yang rusak akibat abrasi.

No comments

Powered by Blogger.