Warga desa Tugu adukan Pemotongan BLT




INDRAMAYU - Puluhan warga Desa Tugu Kec Sliyeg, Senin (25/5) mendatangi kantor Kecamatan Sliyeg untuk mengadukan persoalan terkait pemotongan dana BLT oleh pemerintah desanya yang dipimpin kuwu Rudin.

Kehadiran warga tersebut langsung diterima dan dimediatori oleh Camat Sliyeg, Djajang Sudrajat, yang dihadiri oleh unsur Muspika lainnya, Ketua BPD Desa Tugu, Karnoto, tokoh masyarakat Kec. Sliyeg yang juga Anggota DPRD Indramayu, H Warmin Permana MA dan Eryani Sulam, serta unsur lainnya. Perwakilan warga dipersilakan melakukan dialog dengan Kuwu.

Perwakilan warga desa diantaranya, Rawisa (35), Talib (50 tahun) keduanya Blok Balaidesa Lor, Karnawi (35) Blok Mundu, Wasdi (55) Blok Lapda, dan lainnya yang semuanya warga Desa Tugu Kec Sliyeg mengatakan, kami ingin menanyakan kepada bapak Camat, apakah benar pemotongan BLT itu. Terus terang, kalau kami dipotong sebesar Rp50.000 kami keberatan, ujar Wasdi, yang mempunyai anak lima, yang juga diiyakan oleh warga lainnya yang menyatakan keberatan adanya pemotongan BLT tersebut oleh kuwu
Dalam pertemuan tersebut kuwu Rudin di hadapan warganya mengaku, dari penerima BLT yang jumlahnya sekira 505 orang, dirinya hanya memotong Rp10.000 saja untuk administrasi.

Sedangkan pemotongan Rp50.000 tersebut, dilakukan berdasarkan kesepatan BPD, untuk warga lainnya yang tidak mendapatkan BLT. Itu berdasarkan kesepakatan. Pemotongan dilakukan untuk membantu warga lainnya yang tidak kebagian BLT, jelasnya.

Terkait kesepakatan itu, Ketua BPD Desa Tugu, Karnoto, membantahnya. Kami tidak merasa menyetujui atau menandatangani kesepakatan untuk pemotongan BLT, ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Indramayau, H Eryani Sulam, yang juga tokoh masyarakat desa Tugu Kec Sliyeg, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Tidak ada aturan yang mengatur tentang pemotongan BLT ini, tandasnya. Sedangkan Camat Sliyeg, Djajang Sudrajat, mengungkapkan, pihaknya berusaha untuk menjadi mediator untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Powered by Blogger.