Kelompok Tani Ramah Lingkungan kembangkan Pertanian Organik




INDRAMAYU - Kota mangga dan lumbung beras utama di provinsi Jawa Barat adalah sebutan untuk kota Indramayu. Dari wilayah seluas 204.011 hektar, 41,90 persen merupakan tanah sawah. Meski sering dilanda banjir, enam tahun terakhir Indramayu masih nomor satu dalam produksi padi se-Provinsi Jawa Barat. Produksi padi selama kurun waktu tersebut mencapai lebih dari satu juta ton per tahun.Tapi tak banyak dari petani di daerah itu yang mau bertani secara organic. Kenyataan itulah yang mendorong Kelompok Tani Ramah Lingkungan pimpinan bapak H. Marto untuk terus semangat memperkenalkan kepada para petani tentang bagaimana bertani secara organic. Seperti yang sekarang dilakukan oleh kelompok tani mereka yang ditemui saat sedang mempersiapkan pembinaan dan pelatihan di desa Kapringan kecamatan Krangkeng, Indramayu.

Bagi kami bertani secara organic adalah tanggung jawab moral, ujar Karto salah satu anggota kelompok tani Ramah Lingkungan. Kepercayaan konsumen atas produk organic mereka yang tanpa sertifikat khusus, membuat mereka melakukan pertanian organic dengan penuh tanggung jawab. Disamping itu hal lain yang mendorong mereka bertani organic adalah kesadaran akan kesehatan dan keseimbangan ekologis. Akibatnya mereka dengan sukarela akan bersedia memberikan pembinaan dan pelatihan kepada siapapun yang ingin mengetahui bagaimana cara bertani organic, dengan tujuan selain memasyarakatkan pertanian organic tapi juga memberikan kesadaran kepada warga masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

Seperti diketahui bahwa bertani secara organic pasti membutuhkan pupuk yang organic pula, pupuk dapat diperoleh dengan cara memanfaatkan bahan-bahan yang mungkin terlupakan oleh sebagian besar orang. Seperti kotoran hewan, dedaunan kering di pekarangan, bahkan limbah rumah tangga.

Kelompok tani yang sudah ada sejak tahun 1999 ini secara konsisten selalu mengembangkan misinya yaitu memasyarakatkan pertanian organic khususnya di wilayah kabupaten Indramayu. Namun terdapat banyak kesulitan yang mereka temui, diantaranya adalah kesadaran yang sangat rendah di kalangan petani untuk berpindah haluan menjadi petani organic, para petani sudah terbiasa dengan sistem kapitalisme yang memudahkan mereka untuk membeli segala keperluan bahan kimia yang berhubungan dengan proses bertani, dari mulai pembibitan hingga pemanenan. Bayangkan saja, petani sekarang sudah sangat kejam meracuni masyarakat dengan pemakaian pestisida yang sangat berlebihan dan itu harus dihentikan, ujar Edi salah satu anggota kelompok tani Ramah Lingkungan yang sehari-harinya juga berprofesi sebagai pengajar di SMK PGRI Jatibarang.

Materi yang mereka berikan saat memberikan pembinaan dan pelatihan terhitung lengkap, yaitu mulai dari menumbuhkan pemahaman tentang pentingnya bertani organic, cara bertani organic yang benar, cara pembuatan pupuk organic, pengetahuan tentang ekologi tanah, dan pengetahuan seputar hasil produk organic. Alat-alat peraga yang mereka siapkan juga lengkap, alat uji tanah, alat presentasi, sampai alat penanak nasi mereka siapkan. Untuk sementara fokus mereka adalah hasil produk beras, untuk sayur dan buah organic mereka menyatakan akan segera mempertimbangkannya lebih lanjut dikarenakan ketebatasan sumberdaya yang mereka miliki.

Bagi warga masyarakat siapapun yang ingin mengetahui atau bahkan mendalami bagaimana bertani secara organic khususnya padi organic, dapat menghubungi kelompok tani Ramah Lingkungan yang beralamat di Blok Kesesi Ujung Jaya Widasari, Indramayu atau dapat menghubungi Bapak Ilman di nomor 0234-7008765/081383403374. Sehingga diharapkan kesadaran akan kesehatan, bahaya bahan kimia, dan keseimbangan lingkungan akan muncul di benak setiap warga masyarakat.

Powered by Blogger.