PPTI Ancam Demo Pertamina

Minta Pembayaran Dampak Crude Oil Segera Direalisasi
INDRAMAYU
– Paguyuban Petani Tambak Indramayu (PPTI) mengancam akan melakukan aksi demo ke Pertamina UP-VI Balongan, jika kompensasi atas pencemaran crude oil (minyak mentah) bagi nelayan dan petambak tidak segera cair.

Ketua PPTI H Nono Sudarsono SPd mengatakan, sampai saat ini kompensasi bagi nelayan dan petambak belum juga cair. Padahal proses negosiasi sudah mencapai kesepakatan, dan uang yang akan dibayarkan juga sudah tersedia.
“Kami berharap Pertamina segera mempercepat proses pencairan kompensasi. Apabila sebelum pemilu ternyata belum juga cair, maka kami akan melakukan aksi demo ke Pertamina,” tandas Nono, Jumat (6/3) di kantornya.
Dikatakan Nono, saat ini banyak nelayan yang sudah tidak bisa melaut karena jaring mereka rusak akibat terkena limbah crude oil. Sementara kompensasi yang mereka harapkan hingga kini belum juga direalisasikan. Akibatnya mereka saat ini mengalami kesulitan dalam mencari nafkah dan hanya bisa berharap adanya bantuan.
Nono juga berharap Pertamina agar bisa menambah jumlah personil guna mempercepat pelaksanaan verfikasi faktual di lapangan.
“Salah satu faktor yang menghambat proses pencairan kompensasi adalah belum selesainya verifikasi faktual akibat keterbatasan personil. Untuk itulah personel tersebut perlu untuk ditambah,” harap Nono.
Sebelumnya, Ketua Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI), H Juhadi Muhammad, juga mengaku kecewa karena proses pembayaran kompensasi akibat crude oil molor lagi. Padahal ia mengaku sudah menjanjikan kepada para petambak bahwa kompensasi tersebut akan segera cair dalam waktu dekat ini.
“Saya sendiri merasa malu dengan para petambak, karena sudah mengatakan kepada mereka kalau kompensasi akan segera cair. Namun kenyataannya hingga saat ini belum juga direalisasikan,” keluhnya.
Sementara informasi yang diperoleh koran ini dari Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Indramayu, Ir Aep Surahman, sampai saat ini proses verifikasi faktual baru selesai untuk Kecamatan Balongan. Rencananya pembayaran kompensasi akan mulai dilakukan tanggal 10 Maret 2009 di Desa Majakerta Kecamatan Balongan. (oet)
Powered by Blogger.