Simpang Tiga Jatibarang Semerawut

Lampu Pengatur Padam Total, Rawan Terjadi Kecelakaan
JATIBARANG
— Akhir-akhir ini kondisi simpang tiga Jatibarang cukup semerawut. Lampu pengatur lalu lintas di jalur ramai itu sudah tak berfungsi. Lalu lintas kendaraan pun kacau balau, bahkan rawan terjadi kecelakaan. Konisi itu dikeluhkan pengguna jalan.

Pantauan Radar, kemarin (6/1), persimpangan yang merupakan muara arus kendaraan dari tiga ruas jalan yakni Jl Ahmad Yani, Jl Siliwangi dan Jl Letnan Joni tampak tidak beraturan. Dari Jl Ahmad Yani warna lampu pengatur selalu berwarna merah, dari Jl Letnan Joni berwarna hijau. Begitu pula yang terjadi dengan warna lampu pengatur arus lalin di Jl Siliwangi. “Lama-lama kita bisa berantem karena rebutan jalan di persimpangan ini,” ujar seorang warga.
Sejumlah sumber mengatakan, lampu pengatur lalu lintas di lokasi itu sudah tak berfungsi sejak Desember 2008. Lampu-lampu itu kini sudah mati total. Menurut Bambang (45), warga Desa/Kecamatan Jatibarang, aparat terkait kurang peduli dengan kondisi itu. “Lampu pengatur kan sangat dibutuhkan oleh pengguna jalan dan sudah menjadi kelengkapan sarana bagi pengguna jalan. Tapi kok malah terus dibiarkan seperti itu. Mana petugasnya,” Tanya Bamgang.
Hal serupa disampaikan Imran (35) warga Desa Widasari. Menurutnya, keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas pihak terkait dalam melengkapi sarana kelengkapan lalu lintas di jalan raya. “Nyawa manusia sangat tidak dapat dinilai dengan besaran nominal uang, sehingga untuk meminimalisir tingkat kerawanan dan terjadinya kecelakaan lalu lintas, pihak terkait harus rutin melakukan peninjauan ke lapangan,” ungkapnya dengan nada kesal.
Selain itu, simpang tiga di pantura Pilangsari juga masih belum mendapat perhatian dari pihak terkait. Kondisi persimpangan di jalur cepat itu sangat memprihatinkan. Setiap saat pengendara yang melintasinya selalu diintai musibah. (tar)
Powered by Blogger.