Header Ads

postimage

Polisi Diminta Ajarkan Emak-Emak Tertib Berlalu Lintas


Indramayu - Petugas Satlantas Polres Indramayu harus bekerja ekstra keras menjamin keselamatan pengendara di jalan raya. Hal ini menyusul harapan banyak pihak agar selain kepada pelajar, polisi juga memberikan sosialisasi keselamatan berkendara kepada para ibu rumah tangga.

Pasalnya, fenomena emak-emak membawa motor semakin marak dan kerap membahayakan para pengguna jalan lainnya. “Ya, sekarang sudah parah banget. Itu yang namanya ibu-ibu bawa motor, bikin olahraga jantung,” ucap Wanto, warga asal Kecamatan Losarang.

Menurutnya, anekdot Emak-emak bawa motor adalah penguasa jalanan sesunguhnya, ada benarnya juga. Bak raja jalanan, aksi mereka saat memacu kuda besi di jalan raya sulit diduga bahkan bisa membahayakan pengendara lain.

Seperti belok ke kanan dengan lampu sign ke kiri, melawan arus, ngerem mendadak, nyelonong seenaknya ketika menyeberang jalan atau marah-marah ke pengendara lain meskipun salah. Tak mengherankan, selain Anak Baru Gede (ABG), oknum ibu-ibu yang membawa motor di jalanan akhir-akhir ini menjadi sorotan banyak pihak.

“Saya rasa yang paling berwenang menindak ya pak polisi. Mudah-mudahan emak-emak kita pada tobat naik motor sembarangan kalau sudah ditegur pak polisi mah,” ujarnya sembari tersenyum.

Pengendara sepeda motor, Diding berbagi cerita dari pengalamannya yang pernah nyaris celaka gara-gara ada oknum ibu–ibu bawa motor matik. Tanpa menyalakan lampu sign, dia mendadak belok kanan hendak menyalip angkot yang sedang berhenti.

Diding yang berada di belakang dan juga hendak menyalip angkot tentu saja kaget. Dia terpaksa banting stir ke kiri dan akhirnya menabrak bagian belakang mobil angkot. “Untung tidak parah. Pengen tak tegur gak enakan sama ibu itu yang keasyikan bawa motor jalan terus,” kata dia tersenyum kecut.

Berkaca dari pengalaman itu, bapak satu orang anak ini mengaku sangat berhati-hati jika jika di jalan raya menemui ada ibu-ibu yang bawa motor. Terutama yang tidak memakai helm, bawa belanjaan dan mengenakan daster. “Banyak di antara oknum emak-emak ini yang gak rajin pakai helm, tapi bisa ngirim pengendara lain yang menggunakan helm ke rumah sakit,” ujarnya bercanda.

Karyawan swasta ini menduga, disamping karena nekat, kelakuan ibu-ibu yang tidak memperhatikan faktor keselamatan berkendara ini akibat gagal paham terhadap teknologi sepeda motor saat ini yang sudah tergolong canggih. “Ketika nyalain lampu sign kanan, tapi gak bisa dimatiin. Jadi nyala terus, pengendara yang dibelakang khawatir mau nyalip takutnya beneran belok,” kata dia mencontohkan. 


Penulis : Kho/Radar


Download Tarling Cirebonan
Powered by Blogger.