Header Ads

Daniel Golkar Indramayu Cirebon

KNPI Gelar Orientasi Peningkatan Kualitas Organisasi

Indramayu - Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Indramayu menggelar orientasi peningkatan kualitas organisasi kepemudaan di Grand Trisula Indramayu, Rabu (28/12/2016).

Orientasi ini diikuti oleh seluruh jajaran pengurus DPD, serta organisasi kemasyarakatan dan pemuda yang tergabung di dalamnya. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, H Odang Kusmayadi, dan dihadiri oleh Asisten Deputi II Bidang Organisasi Kepemudaan dan Kepramukaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), H Muhammad Sanusi.

Dijelaskan Ketua DPD KNPI Kabupaten Indramayu, Yoga Rahadiansyah, orientasi ini mengagendakan sejumlah program penting untuk diketahui
oleh seluruh pengurus dan anggota KNPI di bumi Wiralodra. Diantara materi yang menjadi pembahasan dalam orientasi peningkatan organisasi ini antara lain pola dan sistem pengembangan organisasi kepemudaan, kemudian kebijakan dan program pembangunan kepemudaan Kabupaten Indramayu sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2016-2021, serta pola pembinan, pemberdayaan dan pengembangan organisasi kepemudaan melalui wadah berhimpun KNPI.

"Orientasi ini juga dapat dijadikan sebagai barometer kemajuan KNPI agar lebih baik lagi di tahun 2017 mendatang. Sebab dalam orientasi ini, juga dilakukan rembug evaluasi dan proyeksi pembangunan kepemudaan kedepan," jelas Yoga Rahadiansyah.

Dalam penyampaiannya di hadapan puluhan pemuda Indramayu, Asisten Deputi II Bidang Organisasi Kepemudaan dan Kepramukaan Kemenpora, H
Muhammad Sanusi, memaparkan pola dan sistem pengembangan organisasi kepemudaan dalam bingkai kementerian yang dipimpin oleh Imam Nahrawi itu. Secara umum, program-program yang digulirkan Kemenpora telah senada dengan Nawacita Jokowi-JK, yang salah satunya adalah melakukan revolusi karakter bangsa. Sanusi memastikan bila saat ini pemerintah tidak absen dan bertekad untuk menghadirkan negara dalam upaya pembangunan kepemudaan.

"Seluruh program di Kementerian Pemuda dan Olahraga telah sejalan dengan visi, misi, dan agenda pembangunan nasional. Yang pada inti tujuannya adalah mewujudkan pemuda Indonesia yang berkarakter, berkapasitas, dan berdaya saing," papar Sanusi yang juga merupakan salah satu putera terbaik asli Indramayu itu.

Ia pun mengajak para pemuda untuk bisa melepaskan diri dari belenggu yang menjadi penghambat pembangunan kepemudaan. Berdasarkan data Kemenpora, angka pemuda yang berdasarkan Undang-Undang nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan berada pada rentang usia 16-30 tahun, jumlahnya sangat potensial. Yakni mencapai lebih dari 62 juta jiwa, atau dalam prosentase 24,48% dari total penduduk Indonesia. Meski jumlahnya sangat potensial, namun peningkatan kualitas pemuda kerap terhambat oleh beberapa faktor.

Diantaranya adalah rendahnya tingkat pendidikan, angka pengangguran yang tinggi, bahkan meredupnya nasionalisme pada sebagian kalangan pemuda. Dan tak dapat dipungkiri, usia pemuda sangat rentan penyimpangan perilaku. Mulai dari ancaman narkoba, seks bebas, pronografi, hingga LGBT.

"Melalui pertemuan ini saya mengajak kita semua untuk lebih peka dan peduli terhadap peningkatan kualitas pemuda dan mendorong mereka berprestasi melalui berbagai karya nyata," pungkasnya. (C-24)

Powered by Blogger.