Header Ads

postimage

Pamit Transmigrasi, Satu Keluarga di Indramayu Diduga Gabung Gafatar

Indramayu - Satu keluarga yang terdiri dari bapak, ibu dan kedua orang anaknya asal Blok Karangsambung, Desa Anjatan, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, diduga terlibat dalam organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) setelah berpamitan untuk transmigrasi ke Kalimantan.

Keempat orang yang pindah ke Kalimantan tersebut terdiri dari Oji Fujianto (40), Karni (38), Roehatul Janah (12) dan Fajri (9). Rumah yang selama ini ditempati keluarga tersebut juga sudah dijual dan kini sudah ditempati orang lain.

Kecurigaan bahwa keluarga tersebut menjadi pengikut Gafatar muncul setelah banyaknya berita mengenai orang hilang yang diduga terlibat organisasi tersebut. Terlebih, Oji Fujianto sendiri diketahui menjadi salah satu anggota serta terlibat aktif dalam setiap kegiatan yang diadakan Gafatar diwilayah Kabupaten Indramayu bagian barat (Inbar).

“Ya dia memang aktif di Gafatar. Seingat saya, dia pamit untuk transmigrasi ke Kalimantan pada pertengahan tahun lalu atau sebelum bulan puasa,” ucap Reza (42), kakak kandung Oji Fujianto kepada Radar, Rabu (13/1).

Dia menuturkan, sejak aktif di Gafatar, adik kandungnya itu mengalami perubahan drastis terutama soal sikap dan perilakunya yang lebih mementingkan organisasi ketimbang keluarganya. Profesinya sebagai supir mobil rental kerap ditinggalkan hanya sekedar untuk berkumpul atau mengikuti aktivitas organisasi.

Sampai-sampai, ayahnya bosan menasihati Oji karena tidak digubris saat dinasehati sampai akhirnya memilih untuk berangkat ke Kalimantan. Namun sejak saat itu tidak pernah ada komunikasi. “Sekarang saja tidak tahu dia ada dimana. Tidak ada komunikasi sama sekali,” ujar Reza.

Kepergian keluarga Oji Fujianto ke Kalimantan dibenarkan pihak kepolisian sektor (Polsek) setempat yang secara khusus melakukan penyisiran keberadaan anggota Gafatar di Kecamatan Anjatan.

“Memang benar, sejauh ini baru Oji Fujianto yang diduga sebelumnya aktif di Gafatar. Tapi sekarang sudah pindah ke Kalimantan. Sedangkan yang lainnya masih ditelusuri,” terang Kapolres Indramayu, AKBP Wijonarko SIK MSi melalui Kapolsek Anjatan, AKP Nanang Suprianto.

Nanang tidak menampik organisasi yang kini ramai dibicarakan setelah terungkapkanya kasuh hilangnya dokter Rica Tri Handayani itu pernah melaksanakan kegiatan bakti sosial di Kecamatan Anjatan pada tahun 2012. Yaitu berupa kerja bakti pengurasan selokan air bersama warga dan aparat desa.

Karena dianggap bermanfaat, masyarakatpun mendukung kegiatan baksos kebersihan lingkungan tersebut. Namun dari informasi masyarakat pula, anggota Gafatar itu mayoritas berasal dari luar Kecamatan Anjatan. “Sejauh ini pun belum ada laporan dari warga soal kehilangan anggota keluarganya karena terlibat Gafatar,” ungkap Kapolsek Nanang.

Hal senada disampaikan Kapolsek Kandanghaur, Kompol Gustaf Sipayung SH. Meski wilayah hukumnya beberapa tahun lalu sering dijadikan tempat kegiatan anggota Ormas Gafatar, namun warga tidak menaruh curiga karena kegiatan yang dilaksanakan berbentuk bakti sosial.

“Sampai dengan saat ini anggota kami terus memantau kantong-kantong yang terindikasi menjadi tempat aktivitas anggota Gafatar. Hasilnya masih nihil. Tapi akan terus kita monitor,” tegas dia.


Penulis : Kho
Sumber : Indopos
Powered by Blogger.