Header Ads

postimage

Mensos Berikan Bantuan untuk Korban Banjir di Indramayu Senilai Rp 1,1 Milyar

Mensos berikan bantuan kepada korban banjir indramayu
Indramayu - Bencana jebolnya tanggul di Sungai Cimanuk, Indramayu, Jawa Barat, membuat ribuan rumah terendam banjir di tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan Jatibarang, Kertasemaya, Bangodua, Lohbener, Sindang, Tukdana, dan Pasekan.

“Selama ini, di ketujuh kecamatan tidak termasuk daerah biasa terkena bencana banjir, ” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat menyerahkan paket bantuan di Desa Pilang Sari, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Siaran pers yang diterima RRI, Sabtu (21/03/2015) menyebutkan, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Kementerian Sosial (Kemensos) pada masa tanggap darurat dalam penanganan bencana, yaitu dengan memberikan bantuan kepada para korban bencana.

Bantuan dari Kemensos, berupa makanan anak 100 paket, tenda gulung 25 lembar, matras 100 lembar, family kit 100 paket, kids ware 50 paket, food ware 50 lembar, paket sandang 150 paket, serta selimut 500 lembar.

“Total paket bantuan yang diberikan Kemensos Rp 1.179.284.750. Diharapkan bantuan tersebut bisa meringankan beban para korban banjir, termasuk anak-anak, ” tandasnya.

Sedangkan, paket bantuan untuk korban banjir di Indramayu yang berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, berupa lauk-pauk 100 paket, mie instan 1000 cps, beras 1 ton dengan total Rp 15.181.000.

Kemensos juga menurunkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) ke lokasi bencana bersama BPBD Jawa Barat dan BPBD Indramayu, TNI, Polri, relawan, Muspicam serta masyarakat melakukan evakuasi dan penanganan darurat.


Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),sebelumnya pada Selasa (17/3/2015), tanggul jebol terjadi pada dini hari, dengan lokasi banjir terparah di Kecamatan Jatibarang dan Kertasemaya dengan ketinggian air meter.

Sementara itu, di Kecamatan Jatibarang ada sekitar 1000 rumah dan 100 hektar sawah terendam banjir dengan ketinggian 2 hingga 3 meter, serta 10.500 jiwa korban bencana banjir


Penulis: Ria Saptawati
Sumber: RRI

No comments

Powered by Blogger.