Header Ads

postimage

Tidak Cuma Baju dan Sandal, Rambutan Juga Diobral di Jatibarang

Indramayu - Tidak cuma baju atau sandal yang dijual obral di pasar-pasar, rambutan pun diobral pedagang di Pasar Jatibarang. Dua ikat rambutan sebulan lalu harganya Rp25 ribu, sekarang karena dijualnya diobral harganya murah hanya Rp5 ribu per dua ikat.

Agar menarik perhatian para pembeli, pedagang rambutan sengaja menulis di sebuah sobekan karton “obral 5.000 lima ribu bae” atau artinya obral 5.000 lima ribu saja. Ternyata sesobek karton berisi tulisan obral lima ribu bae itu cukup efektif dilirik para pengguna jalan yang kebetulan melintas di Pasar Jatibarang yang biasa dilalui kendaraan Jatibarang-Karangampel.

Cukup banyak pedagang yang menulis obral rasmbutan di atas kendaraannya yang di parkir di pinggir jalan Pasar Jatibarang. Dan ternyata cukup efektif karena banyak pembeli yang mampir tertarik membeli rambutan yang dijual obral. “Tadinya dari rumah tidak niat beli rambutan. Tapi setelah membaca ada obral rambutan yang harganya murah Rp5 ribu per dua ikat saya beli Rp10 ribu dan dapat 4 ikat,” kata Ny.Umayah, 54 dari Desa Tenajar, Kecamatan Kertasemaya, Indramayu.

Di Pasar Jatibarang, banyak kendaraan pikup  pedagang  rambutan dari Subang dan Karawang yang menurunkan muatan  ke bak kendaraan pedagang buah-buahan di Jatibarang. Walaupun rambutan lagi booming di Pasar Jatibarang namun ternyata  banyak diburu  pembeli. Salah satu daya tariknya mungkin karena masyarakat atau pembeli merasa kaget setelah membaca secarik kertas karton berisi obral lima ribu bae dua ikat rambutan.

“Padahal tiga hari yang lalu harga rambutan itu masih Rp9 ribu per dua ikat. Koq sekarang harganya murah jadi kita beli agak banyak,” kata Ny.Uyi, 32 yang membeli rambutan Rp20 ribu dan membawa pulang 8 ikat rambutan. Ny.Uyi sengaja membeli rambutan agak banyak, karena besoknya ia mau kedatangan sejumlah saudara dari Cirebon.

Pedagang buah di Jatibarang, umumnya menjual kembali rambutan itu ke pedagang yang biasanya mengangkut dengan sepeda motor dan memasarkannya ke kampung-kampung dengan harga Rp7 ribu hingga Rp8 ribu per dua ikat.


Penulis:Taryani
Sumber: Poskota

No comments

Powered by Blogger.