Ditolak RSUD Indramayu, Bayi Kembar Meninggal Dunia


Indramayu - Sepasang bayi kembar meninggal dunia setelah ditolak dirawat di RSUD Indramayu, Jawa Barat.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun pasangan Nursidi dan Darsiti, 16, warga Blok Koncong Desa Pabean Ilir, Kecamatan Pasekan, Indramayu, Jawa Barat, baru saja memiliki anak kembar. Bayi kembar laki-laki yang belum diberi nama tersebut dilahirkan pada Minggu (5/5) siang. 

Namun karena lahir prematur dalam usia 7 bulan di rumah, bayi kembar itu pun dirujuk ke Puskesmas Pasekan untuk mendapatkan perawatan. Keterbatasan alat membuat bayi kembar itu akhirnya dirujuk ke RSUD Indramayu. 

Bukannya dirawat, sesampai di RSUD Indramayu justru penolakan yang mereka terima. "Katanya inkubatornya penuh," kata Nursidi, ayah bayi kembar. 

Yang dimaksud yaitu inkubator di ruangan neo natal intensice care unit (NICU) yaitu perawatan bagi bayi yang bobotnya hanya 1 kg. 

Nursidi pun diminta membawa bayi kembarnya ke RS Putra Bahagia di Cirebon. "Jangankan ke Cirebon, untuk makan sehari-hari saja kami sulit," kata Nursidi. 

Akhirnya dengan pasrah Nursidi pun membawa bayi kembarnya pulang. Namun dalam perjalanan pulang kedua bayi kembar itu meninggal dunia. 

Plt Direktur RSUD Indramayu, Zaenal Arifin, mengungkapkan jika dirinya belum mendengar adanya penolakan yang dilakukan bagian perinatologi RSUD Indramayu. "Akan saya cari tahu dulu," katanya. 

Namun Zaenal pun mengakui di rumah sakit memiliki keterbatasan alat inkubator khusus. Untuk penambahannya baru akan diajukan tahun ini ke DPRD Indramayu. (Nurul Hidayah)
Powered by Blogger.