Header Ads

postimage

Selamatkan Indramayu

Antrean Panjang Pengangguran & Rakyat Miskin…

Indramayu seyogyanya menjadi daerah yang subur dan makmur bagi masyarakatnya,namun ironisnya Indramayu yang dengan Ikon kebanggaan PERTAMINA yg santer di elu-elukan sebagai tambang minyak terbesar se-Asia justru tidak membawa perubahan yang berarti bagi masyarakatnya.Lucunya masyarakat Indramayu ms mengalami kelangkaan minyak tanah dan bahan bakar,apalagi dampak materi dan pekerjaan tidak bisa di dapat oleh masyarakat Indramayu.

Dengan banyaknya masyarakat Indramayu yang bekerja sebagai TKI di berbagai Negara,menjadi pelacur di berbagai kota ,menjadi pengemis di kota-kota besar & maraknya aksi premanisme di Indramayu ini menunjukan ketidak mampuan dari pemimpin daerah Indramayu dalam mengayomi dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indramayu.

Belakangan Indramayu yg berada pada jalur utama pantura yang di anggap kawasan strategis untuk berbinis mulai di lirik oleh para Investor baik lokal maupun Asing,sebenarnya ini adala harapan dari ribuan pengangguran yang Ber-Ijazah untuk bisa mendarma baktikan pada daerah dan keluarga.Namun sayangnya pihak pemerintah Kabupaten tidak cerdas dalam menyikapinya dengan tidak respon terhadap Investor yang datang.

Mulai dengan penolakan oleh segelintir orang terhadap investor dari timur tengah di balongan yang tidak jelas tujuannya dan membawa atas nama rakyat,di sini pemkab tidak mampu berbuat apa-apa sehingga Investor kabur cabut diri untuk berinvestasi di Bumi Wiralodra,adalagi Investor asal Negeri Ginseng Korea Selatan yang berinvestasi di Ertan Kulon.Mulai dari pengurusan izin sudah di hadapkan dengan Calo perizinan atas rujukan staff BPMP (sumber: Sinar Pagi & Sindo),pengeroyokan terhadap Kepala kantor perusahaan tersebut (H.Suroso,mantan Kuwu Karang Anyar Kandang haur) yang di lakukan oleh preman yang di komandoi Etnis Arab H.Said Farra Bajri yang sekarang mendekam di penjara setelah melalui proses yang lumayan panjang (sumber : Radar,Sindo,Sinar Pagi) namun tidak mendapatkan perhatian dari pemkab Indramayu.

Ironisnya ucapan dari yang mewakili pemda yg saya baca di media masa “ Kami (pemda) tidak bisa ikut campur lebih jauh permasalahan yg di hadapi Java Seafood karena itu masalah intern..” saya bingung dengan pernyataan pemda tersebut..? ada konspirasi apa di balik semua kejadian yang menimpa perusahaan asing tersebut sehingga pemda terkesan cuci tangan !!

Dari rentetan kejadian yg di alami oleh perusahaan Korsel,mulai di pingpongnya perizinan,pengeroyokan terhadap karyawan,gangguan-gangguan yag di lancarkan Said Cs terhadap pengerjaan bangunan yang sama sekali tidak mendapatkan perhatian dan jaminan keamanan dari pemkab setempat membuat perusahaan yang berinduk pada perusahaan raksasa Korea LG GROUP mencabut Investasi bernilai 74 M ( sumber : Sindo & sinar pagi ) dari Bumi Wiralodra,Ini artinya Pemerintah Kabupaten membunuh harapan Rakyatnya sendiri hanya karena tingkah polah seorang Etnis yg bukan Pribumu Indramayu.

Investor datang pastinya untuk menumbuhkan Ekonomi daerah dan membantu Kehidupan Masyarakat,mari kita berfikir Cerdas Dan jangan mudah terprofokasi.

Ahirnya tidak ada yang bisa di harapkan dari seorang pemimpin pecundang yang tidak bisa melihat penderitaan Rakyat,pemimpin yang hanya melihat kepentingan pribadi & kelompok adalah bukan sosok yg di idolakan untuk bisa memimpin rakyat..,Mari SELAMATKAN INDRAMAYU…

NN
Indramayu

No comments

Powered by Blogger.