Header Ads

postimage

6.700 Hektar Sawah Indramayu Alami Kekeringan

Indramayu - Sebanyak 6.700 hektare areal tanaman padi di sebelas kecamatan di kabupaten Indramayu mengalami puso alias gagal panen akibat musim kemarau berkepanjangan.

Puso terparah dialami petani di kecamatan Kandanghaur, dan kecamatan yang rawan pengairan irigasi.

"Tahun ini cakupan areal pertanian yang terkena puso lebih luas dibanding tahun 2011 yang hanya mencapai 4.708 hektare di enam kecamatan," kata Kepala Dinas Pertanian dan peternakan Kabupaten Indramayu Sugeng Achja kepada wartawan, di Indramayu, Jawa Baat, Jumat (27/10/2012).

Untuk tahun 2012 ini, luas areal yang terkena puso tersebar di 11 kecamatan. Di antaranya yang cukup parah terjadi di Kecamatan Kandanghaur, Losarang, Cantigi, Arahan, Krangkeng, Indramayu, Balongan, dan kecamatan Juntinyuat.

Kondisi ini,  dipengaruhi oleh perilaku disiplin tanam yang tidak dihiraukan petani konvensional. Mereka sebagian besar masih berprinsip menanam padi di saat musim kemarau akan lebih menguntungkan, karena harga gabah pada saat ini sangat tinggi.

"Dinas Pertanian dan penyuluh tak segan-segan memberikan kalender pertanian dan waktu tanam yang tepat kepada petani. Namun, banyak petani yang tidak menghiraukan," jelasnya.

Faktor lain adalah masih adanya perilaku budaya yang dianut petani untuk tidak turun ke
sawah apabila belum dilakukan ritual unjungan maupun sedekah bumi. Untuk itu, pihaknya meminta kepada seluruh camat dan kepala cabang dinas (KCD) pertanian di tingkat Kecamatan untuk memberikan masukan kepada petani terkait program percepatan tanam yang kerap berbenturan dengan kebiasaan masyarakat tersebut.

Sugeng memaparkan, pihaknya tengah mencari solusi agar petani mendapatkan bantuan terkait kerugian yang dialami petani tersebut. Solusi tengah diusulkan, kata Sugeng pemberian bantuan yang tepat, sehingga tidak ada lagi dana "bancakan" yang akhirnya berujung kepersoalan hukum.

"Formula yang tepat petani diberikan bantuan tidak berupa uang. Bisa berupa benih atau pupuk dan alat-alat pertanian," jelasnya.

Sejumlah areal pertanian yang mengalami puso, mengalami retak-retak karena minim pasokan air. Meski  angka gagal panen mengalami peningkatan, namun produksi padi pada tahun ini cukup baik.

Dari target produksi sebesar 1.448.937 ton, kini telah mencapai 1.509.136 ton.Saat ini produksi mencapai 104,15 persen.Namun, kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah. (Sindo)

No comments

Powered by Blogger.