Header Ads

postimage

Muspida Indramayu Rapat Mendadak Bahas Al Zaytun



Indramayu - Musyawarah pimpinan daerah (Muspida) menggelar pertemuan mendadak di markas Komando distrik militer (Kodim) 0616 Indramayu, Jawa Barat. Seperti diketahui, Pesantren Al Zaytun yang dituding markas Negara Islam Indonesia (NII) berlokasi di Indramayu.

Dalam kesempatan itu hadir Bupati Indramayu, Anna Sophanah, Wakil Bupati Indramayu, Supendi, Kapolres Indramayu AKBP Rudi Setiawan, Dandim 0616 Letkol Arh Hindro martono, Ketua DPRD Indramayu Abdul Rozak Muslim, Kepala kejaksaan Negeri Kusnin serta Ketua Pengadilan Robert Siahaan. Pertemuan tersebut berlangsung tertutup dan berlangsung kurang lebih dua jam.

Kapolres Indramayu, AKBP Rudi Setiawan saat ditemui di markas Kodim 0616 Indramayu mengatakan, pertemuan muspida Indramayu ini untuk menyatukan pandangan terkait NII serta ponpes Al-Zaytun. "Pertemuan ini untuk menyikapi sejumlah persoalan daerah yang tengah hangat.Kami juga berkoordinasi tentang keberadaan Al-Zaytun yang tengah menjadi isu publik,"katanya.

Terkait NII, Kapolres Indramayu AKBP Rudi Setiawan mengaku masih mengumpulkan data untuk meneliti adanya anggota NII di Kabupaten Indramayu. "Kami belum dapat pastikan mengenai jumlah anggota NII karena kami masih mengumpulkan data,"katanya.

Terkait ponpes Al-Zaytun, polisi juga belum mendapatkan data akurat apakah Al-Zaytun memiliki keterikatan dengan NII. "Sejauh ini belum ada hal-hal yang mengarah kearah itu," katanya.

Wakil Bupati Indramayu, Supendi yang juga sebagai Ketua Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Kabupaten Indramayu, mengaku data dari intelijen daerah akan diserahkan kepada pemerintah pusat. "Semua data yang ada di daerah akan diserahkan kepada pusat,karena kami tidak memiliki kewenangan,"katanya.

Pemkab Indramayu juga akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan TNI dalam menyikapi NII di Kabupaten Indramayu. Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Abdul Rozak Muslim meminta kepada masyarakat untuk menjaga kondusifitas daerah terutama dalam menyikapi NII. (sumber)

No comments

Powered by Blogger.