Kapolda Jabar : Indramayu Rawan Perampokan



Indramayu - Perampokan yang berturut-turut terjadi di Indramayu selama empat hari ini membuat Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat, Irjen Pol Putut Eko Bayuseno menilai daerah di utara Jawa Barat itu sebagai daerah paling rawan dalam perampokan. Karena itu, pria yang baru saja menjabat Kapolda Jawa Barat, ini meminta warga untuk selalu waspada.

"Indramayu termasuk daerah rawan perampokan," kata Putut, saat menghadiri Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) di Pesantren Kempek, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Kamis (26/5).

Perampokan terjadi empat hari berturut-turut di Indramayu, dengan kerugian lebih dari Rp 1 miliar. Perampokan tersebut di antaranya terjadi Senin (23/5) malam di Desa Nunuk, Kecamatan Lelea. Janda kaya menjadi korban hingga tewas dengan luka bacok di tubuhnya. Selain tewas, janda usia 70 tahun itu pun mengalami kerugian emas 110 gram.

Selasa (24/5) malam perampokan terjadi di Asia Finance dan BTPN Jatibarang, serta BRI unit Bulak, Kecamatan Kandanghaur. Dari Asia Finance dan BTPN tidak ada kerugian materi karena brankas yang dituju perampok dalam keadaan kosong. Sementara dari BRI Bulak, perampok berhasil menggondol uang Rp 1 miliar dari dalam brankas.

Kamis (26/5) malam perampokan juga kembali terjadi. Kali ini korbannya pasangan suami-istri pedagang emas keliling asal Subang. Selain terkena luka tembak, tas milik korban berisi uang tunai Rp 20 juta dan perhiasan emas lebih dari 100 gram raib. Peristiwa terjadi di Jalan Desa Sukatani, Kecamatan Anjatan. (Tj)
Powered by Blogger.