Header Ads

postimage

Rob Sapu Ratusan Hektar Tambak Di Indramayu



Indramayu - Banjir akibat air laut pasang kembali menerjang areal tambak milik para petambak di Kabupaten Indramayu. Akibatnya, petambak harus menanggung kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Banjir yang dikenal dengan istilah rob itu menyapu areal tambak di Blok Waledan, Desa Lamarantarung, Kecamatan Cantigi. Sedikitnya 400 hektare tambak yang ada di sepanjang pesisir laut di blok tersebut, habis disapu hempasan air laut.

Areal tambak milik 23 orang petambak pun kini telah berubah menjadi lautan. Ikan-ikan bandeng yang dibudidayakan para petambak, hanyut tak bersisa. Padahal, umur bandeng itu rata-rata telah mencapai empat bulan, dan hanya tinggal menunggu waktu dua bulan lagi untuk dipanen. ‘’Kini semua habis,’’ ujar salah seorang petambak, Marodin, Ahad (5/12).

Marodin menjelaskan, hempasan rob pertama kali terjadi pada Sabtu (4/12) dini hari. Tanpa bisa dicegah, gelombang tinggi yang berasal dari laut langsung menerjang areal tambak. Tak hanya menghancurkan tambak, kencangnya hempasan gelombang juga menyebabkan sejumlah gubuk bambu di sekitar tambak, ikut hancur. Bambu dan kayu penyangga bambu pun berserakan di antara areal tambak yang kini telah tertutup air laut.

Salah seorang pemilik tambak yang lain, Wasena, mengatakan, sangat terkejut melihat areal tambaknya kini telah hancur disapu rob. Apalagi, dia sudah membayangkan akan memanen ikan bandeng itu dua bulan mendatang.. Menurut Wasena, dalam kondisi normal, ikan bandeng yang bisa dipanennya nanti bisa mencapai enam kuintal per petak. Sedangkan satu kuintal ikan, rata-rata berisi 1.000 ekor ikan bandeng.

Harga ikan bandeng, saat ini rata-rata Rp 10.000 per kg. Dengan demikian, kerugian yang dialaminya minimal mencapai Rp 6 juta. ‘’Itu belum menghitung modal yang sudah saya keluarkan untuk bibit, pakan, dan ongkos pekerja,’’ kata petambak yang memiliki tiga petak areal tambak tersebut.

Berdasarkan catatan Republika, areal tambak di blok tersebut sebelumnya juga pernah dihempas banjir awal November 2010 lalu. Peristiwa itu terjadi akibat adanya banjir kiriman dari wilayah hulu sungai Cimanuk. Ditambah lagi, wilayah Kabupaten Indramayu pun terus diguyur hujan. (sumber)

No comments

Powered by Blogger.