Menghadapi Musim Tanam Petani Indramayu Buru Tikus



Indramayu - Menghadapi musim tanam, sejumlah petani di daerah Pantura Kabupaten Indramayu, Jawa Barat memburu tikus dengan cara tradisional.

Asep Kepala Desa Singaraja Kecamatan Indramayu, kepada wartawan di Indramayu, Rabu, mengatakan sejumlah petani menghadapi musim tanam memburu tikus yang merupakan hama pengganggu tanaman padi mereka, meski dengan cara tradisional ratusan tikus sawah ditangkap dan lalu dilemparkan kejalan supaya terlindas kendaraan yang melintas.

Dia menambahkan, kebiasaan memburu tikus sudah berlangsung sejak dulu, dirinya berharap cara tradisional dengan mengerahkan anjing pemburu dapat dipertahankan, karena tidak membahayakan dibandingkan dengan obat kimia yang sering menimbulkan kerusakan binatang lain.

"Cara tradisional cukup diminati oleh sejumlah petani, selain menyehatkan badan ada rasa puas setelah berhasil membunuh tikus tersebut, karena hama tikus merupakan penyebab gagal panen," katanya.

Dikatakannya, memburu tikus dengan gotong royong budaya petani sebelumnya dalam membangun rasa kebersamaan, sehingga kegiatan tersebut tetap lestari di daerah pantura Kabupaten Indramayu. Harapannya panen padi musim tanam ketiga berhasil.

Sementara itu Ahmad salah seorang petani mengaku, memburu tikus saat ini hanya mengisi waktu menunggu musim tanam tiba, supaya tanaman padi tidak terganggu. Kegagalan panen sebelumnya akibat serangan hama wereng coklat jangan terulang kembali.

"Serangan hama tikus juga hama wereng coklat, tidak mematahkan semangat petani pantura terus menanam padi, sehingga produki panen dari petani selalu stabil," katanya.

Dia menjelaskan, petani Indramayu sudah turun-temurun tetap mempertahankan tanaman padi sebagai tanaman utama, meski sekarang di sebagaian daerah pantura terus mengembangkan sayuran dataran rendah yang lebih menjanjikan keuntungannya. Selain mudah perawatannya juga masa panen hanya butuh waktu 40 hari.

Kepala Dinas pertanian dan peternakan Indramayu Ir Toto Kuswanto menuturkan, merubah pola tanam petani Indramayu cukup sulit, karena mereka masih panik menanam padi. Padahal tanaman lain yang perawatannya sederhana dan menguntungkan bisa ditanam di pantura.

"Lahan pertanian di Kabupaten Indramayu cukup subur ditanami berbagai jenis sayuran, buah-buahan seperti melon, semangka, selain tanam utama padi. Kami berharap petani dapat mengembangkan tanaman lain untuk meningkatkan kesejahteraan mereka," katanya.

Dia menambahkan, tanaman padi cukup banyak hama penganggu seperti hama wereng coklat, keong mas, kupu-kupu putih, serangan tikus yang saat ini sedang diburu oleh petani daerah Indramayu.
Memaksakan tanam padi memang dapat menjaga persediaan beras di Jawa Barat, namun petani harus memilik mental kuat akibat gagal panen. (Ant)
Powered by Blogger.