Header Ads

postimage

Cuaca Ekstrim Hasil Tangkapan Ikan Tetap Stabil



Indramayu - Cuaca ekstrim berlangsung cukup lama di perairan Utara Laut Jawa Indramayu hasil tangkapan ikan sejumlah nelayan setempat stabil sehingga tidak mempengaruhi pasokan.

Kepala UPTD Kecamatan Indramayu dan Balongan Dinas Perikanan, Edi Warnadi, Rabu, mengatakan, hasil tangkpan ikan di sejumlah Tempat Pelelangan Ikan tetap stabil meski kondisi cuaca ekstrim terus melanda perairan Utara laut Jawa Indramayu.

Menurut dia, sejumlah nelayan yang menggunakan kapal semi modren jarak tempuhnya cukup jauh hingga keperairan Kalimatan, Irian, bahkan perbatasan negara lain, selama ini pendaratan ikan mereka tetap aman memasok ikan di Kabupaten Indramayu.

"Pasokan ikan di sejumlah Tempat Pelelangan Ikan lancar harga ikan di pasar tradisional Kabupaten Indramayu stabil, meski ada sebagain jenis ikan harganya turun naik seperti ikan bawal putih, ikan tenggiri,"katanya.

Dia menambahkan, pendaratan ikan di pesisir pantai Utara Indramayu setiap tahunnya lancar, sehingga dapat menekan harga ikan tersebut, meski kondisi cuaca tidak menentu nelayan tetap melaut dengan membawa hasil masih maksimal.

Dia menjelaskan, produksi ikan di Indramayu aman terhitung dari tahun 2008 sekitar 9500 ton, sehingga dapat memasok ikan keberbagai daerah di Jawa Barat, permintaan ikan berjalan normal meski ada kenaikan konsumsi pada perayaan hari besar.

Sementara itu Masduki salah seorang nelayan asal Indramayu mengaku, cuaca ekstrim masih sering terjadi di perairan Utara laut Jawa, namun di perairan lain ikan mudah ditangkap seperti di daerah Kalimantan, Laut Aru, arah perairan ke Utara Sulawesi.

"Hasil tangkapan ikan melimpah meski cuaca sulit ditentukan, sewaktu berangkat arah angin ke utara namun di Lintang tujuh laut Jawa arah angin berubah secara tiba-tiba, selain hantaman ombak cukup tinggi,"katanya.

Dia menjelaskan, selama menjadi nelayan kurang dari 20 tahun baru menghadapi kondisi cuaca seperti ini, biasanya arah angin diperairan utara laut Jawa mudah ditentukan, karena ada dua musim yaitu musim barat dan musim timur, nelayan dapat memperkirakan tinggi gelombang.

"Dua musim seperti dulu tingkat keselamatan nelayan tinggi, berbeda dengan sekarang berangkat cuaca lancar dan aman baru berapa jam dari pelabuhan langsung berubah dan berbahaya,"katanya.

Dikatakannya, perubahan cuaca mempengaruhi jenis ikan, biasanya bulan Oktober diperairain utara Jawa ikan kecil sulit ditemukan, sekarang ikan kecil, udang, cumi-cumi, masih ada meski jumlahnya berkurang dibanding bulan sebelumnya,"katanya. (Ant)

No comments

Powered by Blogger.