Header Ads

postimage

Jelang lebaran, Harga Ikan Laut di Indramayu Naik



Indramayu - Harga ikan laut di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terus bergerak naik hingga mencapai 25 persen dalam sebulan terakhir.

"Pasokan ikan dari tempat pelelangan ikan (TPI) sering diperebutkan dengan pedagang dari luar daerah sehingga persaiangan harga tidak bisa dihindari, biasanya pembeli dari luar berani memasang harga tinggi," ujar Bang Jaya, seorang pedagang di Pasar Higinis Indramayu, Senin

Dikatakannya, bandar ikan juga lebih senang dengan pembeli dari luar karena harga bagus, selain itu pembayarannya tunai, berbeda dengan pedagang ikan setempat yang rewel masalah harga.

Menurut dia, ikan yang sedang sulit didapat adalah jenis bawal putih, kerapu, tenggiri super, cumi panjang, dan kembung.

Harga ikan bawal putih saat ini sekitar Rp85 ribu per kilogram, sebelumnya hanya Rp75 ribu per kilogram, ikan kerapu saat ini Rp25 ribu per kilogram sebelumnya Rp23 ribu, tenggiri kwalitas super Rp45 ribu per kilogram sebelumnya Rp39 ribu.

Selanjutnya, cumi panjang Rp 25 rbiu per kilogram sebelumnya Rp 23 rbiu kembung Rp 18 rbiu per kilogram sebelumnya Rp 16 ribu.

Sementara itu Manajer TPI Glayem Dedy Aryanto mengakui harga ikan laut sering naik-turun bergantung permintaan pasar dan produksi ikan.

Bila produksi menurun pasti harga cepat bergerak naik dan biasanya disebabkan nelayan enggan melaut karena cuaca buruk seperti angin kencang yang dapat membahayakan nelayan.

"Saat ini memang terjadi pergerakan harga ikan laut selain produksi ikan di sejumlah tempat pelelangan berkurang, permintaan ikan laut terus meningkat seperti permintaan ikan bawal putih dan tenggiri," katanya.

"Harga ikan bawal putih dan tenggiri paling stabil bila dibandingkan dengan ikan laut, bawal putih standar di atas Rp80 ribu per kilgram, sedangkan tenggiri kisaran Rp35 ribu per kilogram hingga Rp40 ribu per kilogram," katanya.

Ikan bawal putih menjadi primadona bagi nelayan yang berada di daerah pantai utara selain harga bagus, permintaan ikan tersebut belum pernah sepi dari pembeli," tambahnya.

Ruswanto, salah seorang nelayan asal Desa Glayem mengatakan, harga ikan bawal putih paling stabil dan jarang anjlok seperti ikan laut lainnya. Begitupun perminataan pasar tetap tinggi.

"Dalam satu hari hasil tangkapan ikan bawal putih sekitar 40 kilogram, karena masih menggunakan perahu tradisional dengan alat tangkap yang masih sederhana, juga waktu penangkapan pulang pergi jarang bermalam di laut menginagt perbekalan makanan terbatas," katanya. (Ant)

No comments

Powered by Blogger.