Header Ads

postimage

Ratusan Tabung Elpiji Bermasalah Ditemukan di Indramayu



Indramayu - Ratusan tabung bermasalah ditemukan di sejumlah agen dan pedagang elpiji 3 kilogram (kg) di Kabupaten Indramayu, Jabar. Petugas pun meminta tabung itu tidak diedarkan ke masyarakat.

Berdasarkan pantauan, tabung elpiji bermasalah itu ditemukan di sejumlah agen dan pedagang elpiji di Kabupaten Indramayu. Seperti di agen PT Rejeki Indo Alam yang terletak di Jalan Letjen Suprapto, Indramayu.

Di tempat ini petugas dari Dinas Perindustrian Perdagangan dan UKM (Disperindag UKM) Kabupaten Indramayu menemukan sedikitnya 200 tabung ukuran 3 kg yang sudah rusak, berkarat hingga bocor.

Karyawan di agen tersebut, Sri Sumpeni, berkilah jika ratusan tabung elpiji 3 kg tersebut sengaja disimpan karena akan ditukarkan lagi. "Kondisi ratusan tabung itu sudah tidak layak pakai," katanya.

Tabung-tabung itu pun sebenarnya akan dituarkan ke Depo Pertamina melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE). Namun hingga kini ratusan tabung itu tak juga diambil.

Sedangkan di agen dan pedagang lainnya petugas pun menemukan adanya tabung tanpa label Standar Nasional Indonesia (SNI) yang juga sudah berkarat. Tabung tersebut ternyata masih digunakan untuk melayani konsumen. Padahal tabung-tabung itu bisa memicu terjadinya ledakan di rumah-rumah warga.

Kepala Seksi Pemasaran dan Promosi Disperindag UKM Kabupaten Indramayu, Sobari Hardianto, meminta kepada agen dan pedagang untuk menarik semua tabung bermasalah tersebut. "Ini termasuk langkah pencegahan agar tidak terjdi ledakan akibat tabung elpiji yang bermasalah," katanya.

Sedangkan koordinator Hiswana Migas Daerah Indramayu, Sri Wahyuni Utami pun menjelaskan jika saat ini mereka sudah menemukan adanya tabung elpiji 3 kg yang tidak berasal dari Pertamina. "Padahal seharusnya semua tabung gas itu berasal dari Pertamina," katanya.

Tabung-tabung itu dijual kosong dengan harga Rp 90 ribu/buah. Padahal harga tabung elpiji ukuran 3 kg yang sudah berisi di Depo Pertamina dihargai Rp 131.500/buah. (sumber)

No comments

Powered by Blogger.