Header Ads

postimage

PMI Indramayu Sumbang Korban Perahu Terbalik



Indramayu - Musibah perahu terbalik di sungai Cimanuk, tentunya menyisakan kesedihan yang mendalam bagi keluarga korban. Sebab, musibah yang tidak disangka-sangka tersebut ternyata telah menghilangkan 4 korban nyawa. Tragedi perahu terbalik di Cantigi tersebut, mengundang keprihatian berbagai kalangan, salahsatunya datang dari Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Indramayu.

PMI Cabang Indramayu dengan mendatangi langsung kediaman korban perahu terbalik tersebut, kemarin di Desa Lamarantarung Blok Asjon Kecamatan Cantigi. Dikatakan Ketua PMI cabang Indramayu Drs H Daddy Tarsatiadi mengatakan, aksi kepedulian sosial tersebut salahsatu bentuk dari visi misi PMI. “Tidak saja kita terjun langsung ke lokasi musibah, tetapi dalam bentuk kepedulian lainnya telah menjadi dasar bagi kami,” ujar Daddy.

Dalam kepedulian tersebut, PMI Cabang Indramayu melalui utusan dua orang staff yakni Sapta Hadi dan Warnadi menemui langsung keluarga korban. Sebelum ke lokasi, utusan PMI Cabang Indramayu diterima langsung oleh Camat Cantigi Ir Ahmad Budiharto berserta Kasi Kesos Kecamatan Cantigi.

Warnadi mengungkapkan, pihaknya membantu sejumlah bantuan berbentuk sembako serta alat kesehatan. Diantaranya beras, gula, teh, minyak goreng, lauk pauk, kopi serta hygienekit (alat kesehatan). Bantuan tersebut diberikan kepada ibu dari korban bernama Intan(4), Supaeroh(24), Ganto(40) ayah dari korban bernama Fani(3) yang kabarnya belum ditemukan. Juga ke keluarga korban selamat yakni diterima Erdi(12).

“Kami berikan langsung bantuan tersebut kepada keluarga korban, apa yang kami berikan ini diharapkan bisa sedikit membantu untuk kebutuhan sehari-hari. Terlebih bagi keluarga yang masih terpukul akibat ditinggal anggota keluarga yang dicintainya,” ungkap Warnadi.

Sementara itu, Supaeroh mengatakan dirinya sangat berterima kasih atas apa yang sudah diberikan oleh pihak PMI. Sebab, sekecil apapun kepedulian, sudah menjadi obat ditengah kesedihan dirinya atas ditinggal anak semata wayang yang bernama Intan yang menjadi korban perahu tambang terbalik tersebut. “Berat jika musibah ini saya jalani sendiri, namun dengan orang-orang disekitar yang peduli akan keadaan ini, sehingga saya bisa menerimanya dengan ikhlas,” pungkas Supaeroh. (dens/humasindramayu)

No comments

Powered by Blogger.