Header Ads

postimage

Wartawan dan Keluarga Napi Ungkapkan Maraknya Pungli



Indramayu - Kalapas Indramayu Supeno Joko Martono, SH, Bc.Ip, berjanji menindak lanjuti keluhan keluarga napi khususnya menyangkut dugaan pungli oknum pegawai lapas terhadap napi dan keluarga napi yang akan membesuk.

Supeno Joko Martono mengemukakan hal itu ketika Sosialisasi 100 Hari Kerja Menteri Hukum dan HAM R.I, di Aula Lapas Indramayu, Kamis (17/12) yang dihadiri sejumlah wartawan, pengacara, BEM Universitas Wiralodra Indramayu, LSM dan puluhan keluarga napi.

Terkait sosialisasi itu, Supeno Joko Martono yang baru menjabat Kalapas Indramayu beberapa bulan lalu bertekad mereformasi pelayanan.. Caranya dengan berusaha menghilangkan pungli baik saat akan membesuk maupun pengurusan surat-surat administrasi.

“Kami sudah memasang pengumuman yang ditempel pada pintu masuk. Intinya melarang berbagai bentuk pungutan ataupun uang suap,” katanya..

Sosialisasi berlanjut ke tanya jawab. Penanya pertama, Makali Kumar, Ketua PWI Perwakilan Indramayu menyatakan pengalaman buruknya saat membesuk temannya selalu dipungli oknum petugas. “Jangankan rakyat biasa, Ketua PWI Indramayu saja dipungli. Ini sangat keterlaluan karenanya harus segera direformasi,” ujarnya.

Beberapa keluarga napi juga mengeluhkan maraknya aksi pungli di Lapas Indramayu. “Pungli dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang minta uang kepada pembesuk di pintu. Ada juga napi baru yang akan menempati karantina (kamar tahanan) dipungli ratusan ribu,” katanya.

Bahkan yang lebih memprihatinkan, napi yang ingin pindah karantina dipungli Rp 400 ribu hingga Rp 1 juta oleh oknum petugas. “Kalau mau bukti siapa petugasnya yang pungli itu, Saya bersedia menunjuk hidungnya,” ujar seorang lelaki dari keluarga napi yang merasa kesal karena maraknya aksi pungli di lapas.

Menanggapi keluhan keluarga napi, Kalapas Indramayu Supeno Joko Martono berjanji menindak lanjuti aspirasi itu. “Kami berterima kasih, masukan ini yang kami butuhkan untuk mereformasi Lapas Indramayu. Kami minta dukungan semua pihak,” katanya.(PK)

No comments

Powered by Blogger.