Header Ads

postimage

Penurunan Tarif Water Boom BSI Masih Memberatkan



Indramayu - Kebijakan pengelola obyek wisata Water Boom (WB) di kawasan Bojong Sari Indramayu (BSI) Disporabudpar, dalam menurunkan tiket tanda masuk dari Rp20.000 menjadi Rp15.000 untuk umum dan Rp15.000 diturunkan menjadi Rp10.000 untuk pelajar, masih dirasa memberatkan, karena penurunan tiket itu belum sesuai dengan tingkat daya beli masyarakat Indramayu.

Dikatakan Rasdi warga Desa Rambatan Wetan Kec Sindang, ia merasa bersyukur kalau daerah tempat kelahirannya memiliki obyek wisata yang representatif seperti WB, namun sayang meski harga tiketnya sudah diturunkan, dirasa masih berat untuk ukuran masyarakat Kota Mangga.
Salah satu contoh kata Rasdi, kalau ia dan keluarganya yang terdiri dari istri serta satu anak semata wayangnya mau rekreasi di WB, tentunya ia harus merogoh kocek sebesar Rp40.000. Pengeluaran itu belum termasuk keperluan lainnya.

Karena di WB harga tiketnya masih dirasa berat, akhirnya ia memilih ke tempat lain seperti WB di di Desa Jatimulya Kec Terisi. Di sana (Terisi, Red) ia cukup mengeluarkan uang sebesar Rp17.000 dengan kalkulasi tiket umum Rp6.000 dan anak-anak Rp5.000.

Meski ke tempat lain jarak tempuhnya jauh, sekira enam kali lipat dengan jarak ke WB BSI, namun karena harga tiketnya terjangkau dan fasilitas di dalamnya tidak jauh beda, maka saya putuskan memilih ke tempat lain, akunya Kamis (10/12).

Rasdi meminta, agar WB BSI yang menjadi kebanggaan Wong Dermayu mampu menjadi magnet wisatawan, tentunya pengelola dimaksud agar berani menurunkan tarif menjadi Rp10.000 untuk umum dan Rp 5.000 untuk pelajar/anak-anak.

Kalau hal itu mampu diterapkan oleh pengelolanya, insya Allah WB BSI akan menjadi magnet pengunjung, baik pada saat musim libur atau hari-hari biasa, pinta Rasdi.

Tidak sedikit pengunjung yang akan menikmati keindahan WB BSI, harus gigit jari karena batal masuk, batal itu, bukan karena takut atau karena sebab lainnya tetapi karena harga tiketnya belum terjangkau oleh sebagian dari mereka.

Kami terpaksa batal masuk karena harga tiketnya tidak terjangkau, kami pikir harganya Rp10.000 seperti di tempat lain, namun karena kami sudah ke sini, maka kami putuskan istirahat di luar saja, kata Ansor warga Jatibarang.

Sementara itu Kabid Budaya dan Pariwisata pada Disporabudpar Kab Indramayu Drs E Trisna Hendarin ketika dihubungi dikantornya belum lama ini mengatakan, untuk menggairahkan minat pengunjung/wisatawan supaya berkunjung ke kawasan wisata WB BSI.
Berbagai upaya telah dilakukan diantaranya akan dioperasikan nya arena bermain kolam midle dan permainan ember tumpah jelang Natal dan tahun baru 2010, juga menurunkan tiket tanda masuk dari Rp20.000 menjadi Rp15.000 untuk umum dan Rp15.000 diturunkan menjadi Rp10.000 untuk pelajar.

Penambahan arena bermain

Diakui Trisna, tiket yang diterapkan pihaknya memang dirasa lebih mahal bila dibandingkan dengan rekreasi serupa di tempat lain.
Perbedaan tiket itu bukan untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya, tetapi disesuaikan dengan tingkat pelayanan yang ada, seperti kualitas air selalu bersih juga diimbangi dengan penam bahan arena bermain lain yakni kolam midle dan pemainan ember tumpah yang akan difungsikan menjelang libur natal dan tahun baru 2010.
Yang pasti, harga tiket yang telah ditetapkan akan seimbang dengan tingkat kepuasan pelayanan yang kami berikan, terangnya. (Pel)

No comments

Powered by Blogger.