Nasib Pengrajin Batik Tulis Indramayu Mulai Terangkat



Indramayu - Nasib pengrajin batik tulis tradisionil Indramayu mulai terangkat sejak pemerintah menggalakan pakaian batik bagi PNS termasuk karyawan swasta.

Terangkatnya nasib pengrajin batik tulis Indramayu ditandai dengan meningkatnya jumlah order atau pesanan batik tulis khususnya dari PNS maupun karyawan swasta yang benar-benar menghendaki kualitas terbaik produk batik tulis.

Rokhmat, 56 salah seorang pengrajin batik di Kelurahan Paoman Kecamatan Indramayu mengatakan, pengrajin batik tulis di Indramayu merupakn warisan budaya tradisional yang sudah ada sejak jaman penjajahan.

Desa-desa diKabupaten Indramayu yang selamaini dikenal sebagai daerah sentra batik tulis umumnya berada di pesisir meliputi Kelurahan Paoman, Desa Pabean Udik, Karang Song, Terusan, Sindang dan Dermayu.

Dalam perkembangannya, batik tulis Indramayu itu kurang menggembirakan. Hal itu terjadi semenjak maraknya produk batik cap atau printing dari luar daerah. Batik cap itu selain bias diproduksi secara massal juga harganya lebih murah dibandingkan batik tulis asli. Sehingga produk batik itu bias dijangkau semua lapisan masyarakat.

Ini berbeda dengan batik tulis Indramayu. Selain harganya relative lebih mahal dibandingkan produksi batik cap, cetak atau printing jumlah produknya tidak bisa dibuat secara massal atau besar-besaran. Selembar kain batik tulis membutuhkan waktu pembuatan sampai puluhan hari. .

“Kalau batik tradisionil dibuat dengan cara ditulis atau digambar dengan tangan menuruti pola yang ada menggunakan canting. Lamanya waktu pembuatan mencapai puluhan hari. Ini yang membuat biaya produksi batik tulis Indramayu mahal. Sehingga harganya tidak terjangkau masyarakat bawah,”ujarnya.

Harga selembar kain batik tulis Indramayu paling murah Rp150 ribu dan paling mahal sampai mencapai jutaan rupiah. Omzet penjualan kain batik tulis Indramayu terbatas, hanya kepada kalangan tertentu. Hanya pembeli yang benar-benar mengerti kualitas batik tulis asli yang membeli produk batik tulis dari Indramayu itu.

Ditanya mengenai motif batik tulis Indramayu, kata Amah,59 salah seorang pengrajin batiktulis di Kecamatan Sindang, memang berbeda dengan motif batik tulis maupun batik cap atau printing produksi dari Solo, Yogya, Pekalongan maupun Cirebon.

Ada sejumlah motif batik tulis khas Indramayu yang dikenal sejak zaman nenek moyang. Yakni motif batik tulis Kembang Gunda, Kapal Kandas, Manuk Kunthul (Burung Kuntul), Ombak Laut, dsb. (PK)
Powered by Blogger.