Header Ads

Daniel Golkar Indramayu Cirebon

Datangi Dewan, Pedagang Kulcim Keluhkan Palang Pintu Parkir


Indramayu - Sejumlah perwakilan pedagang kuliner Cimanuk (kulcim) yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Kulcim mendatangi DPRD Indramayu, Rabu (20/2). Kedatangan mereka untuk menyampaikan keluhan, terkait pemasangan palang pintu parkir di kawasan kulcim.

Mereka diterima Ketua Komisi III DPRD Indramayu, M Alam Sukmajaya bersama sejumlah anggota. Tampak hadir pula Ketua Komisi IV, Muhaemin.

Salah seorang pedagang, Arif mengungkapkan, para pedagang mengaku kaget dengan pemasangan palang pintu parkir di area tersebut. Karena sebelumnya sama sekali tidak ada sosialisasi.

Di samping itu, kata Arif, sejak diterapkan parkir menggunakan palang, jumlah pengunjung langsung turun drastis. Hal ini terjadi karena pengunjung malas untuk datang. Ditambah lagi, dengan harga parkir yang tinggi.

“Saya kira penggunaan palang pintu parkir ini bisa diterapkan di pasar-pasar modern, bukan di tempat ini. Akibat adanya palang parkir, omzet kami mengalami penurunan. Kami para pedagang berharap agar plang parkir dicabut, dan diganti dengan parkir seperti biasa saja,” ungkapnya.

Pedagang lainnya, Jaelani, juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya, pengunjung kuliner Cimanuk rata-rata adalah anak-anak muda termasuk anak sekolah. “Ketika mau masuk ada palang parkir, mereka pada malas,” keluhnya.

Apalagi, ketika harus membayar parkir Rp 2.000. Akibatnya jumlah pengunjung berkurang. “Kalau ini dibiarkan lama-lama kami bangkrut. Kami minta palang parkir dicabut,” ujarnya.

Pedagang lainnya, Ira, juga sangat terpukul dengan danya palang parkir. Menurutnya, sebelum ada palang parkir omzetnya sehari bisa mencapai Rp 500 ribu. Tapi setelah dipasang palang parkir, sehari maksimal hanya dapat Rp 100 ribu.

Ketua Komisi III, Alam Sukmajaya mengatakan, terkait perparkiran memang merupakan mitra kerja Komisi III. Meski demikian ia juga mengecam adanya parkir dengan palang, yang merugikan para pedagang.

Apalagi aturan dalam pemungutan parkir tersebut juga tidak jelas. “Kan perda tentang perparkiran sedang kita bahas, ini malah tiba-tiba muncul tarif parkir seenaknya. Ini harus segera ditindak,” tegas Alam.

Alam mengatakan, karena parkir di kuliner Cimanuk tersebut masuk wilayah Dinas Perhubungan, maka itu merupakan mitra kerja Komisi IV. Ketua Komisi IV, Muhaemin mengatakan, akan mengundang pihak Dinas Perhubungan agar persoalannya bisa cepat selesai.

“Besok (Kamis, red) kita undang pihak Dinas Perhubungan maupun Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, agar masalah ini segera diselesaikan,” ujarnya.


Penulis : Oet/Radar
Foto : UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU
Powered by Blogger.