Banjir Rob dan Ombak Setinggi Dua Meter Hantui Warga Eretan


INDRAMAYU - Ombak Laut Jawa setinggi hampir 2 meter pada Sabtu (11/2) sore membuat masyarakat Desa Eretan Wetan dan Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat dihantui perasaan takut.

Banyak orang tua di Desa Eretan Kulon terpaksa tak bekerja karena lebih memilih berdiam diri di rumah sambil menjaga keselamatan harta benda dan anak-anaknya, khususnya yang masih balita dari ancaman banjir akibat rob serta ancaman ombak Laut Jawa setinggi hampir 2 meter yang dapat membahayakan mereka.

“Ya para orang tua memilih tinggal di rumah karena khawatir ombak laut yang tinggi dibarengi banjir akibat rob yang belum juga surut bahkan semakin bertambah besar,” ujar Warsita, 23 warga Kecamatan Kandanghaur yang lantai rumahnya terendam banjir rob.

Jumlah rumah warga yang terendam banjir rob mencapai ratusan tersebar di Blok Kibuyut, Pampang dan Blok Kongsi. “Yang terparah rob melanda Blok Kongsi tinggi air mencapai sebetis orang dewasa hingga sepaha orang dewasa,” katanya, Sabtu (11/2) sore.

Ketua Kelompok Tani Desa Eretan Wetan, H.Sulirih, 50 mengkhawatirkan rob mematikan tanaman padi milik petani di Blok Pesantren Darussalam. Tanaman padi yang berusia muda katanya rawan mati akibat terendam air laut yang asin akibat pengaruh rob.

“Ya kemungkinan besar tanaman padi itu akan mati jika terendam air laut yang asin selama beberapa hari,” ujarnya.

Banjir selain melanda perumahan penduduk di 2 desa juga merendam tanaman padi di Desa Eretan Kulon, Eretan Wetan dan sekitarnya akibat hujan lokal serta banjir kiriman dari Desa Soge dan desa-desa di Kecamatan Anjatan.

H.Sulirih belum bias memastikan berapa luas tanaman padi milik petani yang terendam air rob maupun air luberan dari sejumlah kali pembuang. “Kami khawatir tanaman padi yang terus menerus terendam air saat usia muda akan mati. Apalagi seandainya terendam air laut yang asin kemungkinan tanaman padi usia muda itu akan mati,” katanya. 


Penulis : Taryani
Powered by Blogger.