Header Ads

postimage

Kerugian Akibat Tawuran di Kandanghaur Ditaksir Sekitar 1,5 Miliar


INDRAMAYU - Tidak hanya 142 unit rumah milik warga beserta isinya mengalami kerusakan, tawuran disertai aksi penjarahan itu juga membuat sejumlah warga kehilangan barang-barang berharga seperti uang tunai, handphone dan  sebagainya. “Kalau ditaksir sekitar Rp1,5 miliar,” sebut Kuwu Curug, Carlim, di sela kunjungan Bupati Indramayu Hj Anna Sophanah beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah ke Desa Curug, Sabtu (14/1).

Dari hasil pendataan yang telah dilakukan, ungkap dia, mayoritas rumah warga di Blok Bojong RT 01 dan 02 RW 01 mengalami rusak berat. Dua RT di Blok Bojong itu merupakan daerah yang menjadi pusat sasaran aksi amuk ribuan massa pada tawuran yang melibatkan 3 desa yakni Parean Girang, Ilir dan Bulak. Kerusakan terjadi pada bagian atap, pintu, jendela sampai plafon rumah.

Demikian pula dengan berbagai perabotan di dalam rumah diantaranya kursi, TV, kulkas, lemari sampai tempat tidur yang tidak bisa digunakan lagi. Selain kerugian materil, ratusan warganya juga mengalami trauma. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak dari aksi brutal massa itu membuat ibu-ibu, nenek-nenek sampai anak-anak juga dilanda kecemasan dan shock berat.

Tidak hanya penduduk Desa Curug, puluhan warga di Desa Drunten Wetan yang kediamannya berdekatan dengan lokasi serangan juga mengalami kondisi serupa. Dari 142 rumah yang dirusak, sebanyak 14 unit rumah berada di Desa Drunten Wetan. Keempat belas rumah ikut kena sasaran amuk massa dihuni sekitar 70 kepala keluarga (KK) dan Blok Bojong Kulon RT 02 RW 01.

“Blok Bojong Kulon dengan Blok Bojong Desa Curug itu lokasinya berdampingan. Hanya dibatasi selokan. Massa yang nyerang gak tahu kalau Blok Bojong Kulon itu masuknya Desa Drunten Wetan. Jadi kena getah kita,” kata Kuwu Drunten Wetan, Abdul Rokhim.

Sama halnya dengan warga Desa Curug, orang-orang di Blok Bojong Kulon juga ikutan mengungsi saat aksi massa terjadi. Agar kejadian serupa tidak terulang, pihaknya berencana untuk membangun penanda batas desa semisal gapura.

Sementara Bupati Indramayu Hj Anna Sophanah mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami warga Desa Curug yang turut menjadi korban aksi tawuran. Pihaknya berjanji akan berupaya memperbaiki rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan.

“Dari APBD kan gak bisa. Jadi nanti kita akan berupaya menggandeng berbagai pihak untuk membantu perbaikan rumah. Kita utamakan rumah warga yang tidak mampu,” jelas dia.


Penulis : Kholil Ibrahim
Powered by Blogger.