Header Ads

postimage

Korban Meninggal Akibat DBD di Indramayu Terus Bertambah

Indramayu - Korban meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Indramayu, terus bertambah. Kali ini, korbannya adalah seorang bocah berusia enam tahun yang sedang menjalani perawatan intensif di Ruang Anak RSUD Indramayu, Rabu (13/1).

Korban bernama Sintia (6 tahun), warga Desa Sumber Jaya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu. Bocah tersebut baru dibawa ke RSUD Indramayu tiga hari lalu saat kondisinya sudah parah.

Berdasarkan pantauan, isak tangis histeris dari orang tua dan keluarga langsung pecah saat tim medis menyatakan nyawa Sintia tak bisa terselamatkan. Mereka tak menyangka Sintia meninggal karena DBD.
''Sebelumnya Sintia hanya dirawat di rumah,'' ujar ayah Sintia, Dikin.

Pihak keluarga tak tahu jika demam tinggi yang dialami Sintia itu akibat DBD. Karenanya, Sintia tak segera dibawa ke RSUD hingga akhirnya trombositnya terus menurun.

Direktur Utama RSUD Indramayu, Deden Boni Koswara menjelaskan, saat pertama kali masuk ke RSUD Indramayu pada 10 Januari 2016, trombosit Sintia hanya 116 ribu. Angka trombosit itu terus menurun menjadi 29 ribu pada 13 Januari 2016, hingga akhirnya korban meninggal dunia. ''Trombositnya rendah sekali,'' kata Deden.

Dalam keadaan normal, nilai trombosit semestinya berkisar antara 150 ribu - 450 ribu. Sejak Oktober 2015, kasus DBD yang ditangani di RSUD Indramayu terus meningkat. Tercatat, sejak Oktober 2015 sampai saat ini, pasien DBD yang dirawat di rumah sakit tersebut mencapai 505 orang. Dari jumlah itu, 11 orang telah meninggal dunia. ''Kasus DBD saat ini memang sedang naik,'' terang Deden.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, peningkatan kasus DBD sudah terjadi sejak November 2015. Pada November - Desember 2015, tercatat penderita DBD sebanyak 135 orang, dengan jumlah korban meninggal dunia mencapai 16 orang.

Sedangkan secara keseluruhan selama 2015, kasus DBD mencapai 614 kasus dengan korban meninggal 31 orang. Jumlah itu meningkat tajam dibandingkan 2014 yang hanya 318 kasus, dengan korban meninggal mencapai 17 orang.


Penulis : Lilis
Sumber : ROL
Powered by Blogger.