Pulau Biawak Eksotisme Wisata Indramayu

Indramayu - Budaya para artis dan sebagian besar orang kaya negeri ini kerap lebih memilih Singapura sebagai tempat idamannya. Entah itu sebagai life style atau memang lebih mencintai produk luar negeri daripada dalam negeri. Semoga saja tidak.

Satu diantara tempat yang disifati sebagai surganya Indonesia adalah Pulau Biawak. Pulau Biawak merupakan kepulauan yang terletak di Laut Jawa. Disebut kepulauan karena ada tiga pulau di kawasan ini, yakni Pulau Biawak, Pulau Candikian dan Pulau Gosong.
Keindahan dan Sejarah Pulau Biawak

Secara administratif, Pulau Biawak masuk ke Kecamatan Indramayu, dengan jarak sekitar 28 mil laut atau sekitar 40 kilometer dari pantai utara Tirtamaya Indramayu.

Banyak orang bilang, pulau ini masih perawan sehingga banyak yang mau menjelajahi eksotisme pulau ini. Tidak kurang dari ratusan orang antre untuk bisa menyebrangi semenanjung Indramayu agar bisa ke Pulau Biawak. Tidak hanya itu ratusan orang terpaksa masuk waiting list hingga bulan Desember mendatang. Ini bukan karena tidak boleh menyeberang, melainkan masih kurangnya alat penyeberangan, seperti speedboat maupun kapal penyeberangan yang bisa operasional setiap hari.

Pemerintah Kabupaten Indramayu pun hanya memiliki dua kapal penyebrangan bantuan dari Pemprov Jawa Barat berkapasitas 30 orang dan 10 orang. Kedua kapal ini hanya dioperasikan setiap hari Sabtu dan Minggu dengan tarif sewa Rp 290 ribu/orang. Namun Anda bisa menyewa perahu motor nelayan seharga Rp 2juta/10 orang.

Dengan kapal milik Pemkab Indramayu, Anda bisa menyeberang ke Pulau Biawak dengan waktu tempuh sekitar 1-1,5 jam, sedangkan dengan perahu motor sekitar 4 jam. Bedanya perahu motor bisa disewa kapan saja atau tiap hari.

Menginjakkan kaki di Pulau Biawak, Anda dipastikan merasakan takjub. Apalagi di sana ada mercusuar buatan Belanda tahun 1872 yang hingga kini masih berdiri tegak setinggi 65 meter atau 16 lantai. Udara bersih dengan semilir angin laut membuat rasa capek dan lelah selama perjalanan laut seketika akan sirna begitu kaki menginjakan pulau Biawak. Tidak hanya itu, beningnya air laut diperairan pulau tersebut. Gugusan terumbu karang yang masih utuh menambah cantik perairan pulau Biawak. Ditambah dengan berseliwerannya ikan hias aneka warna mengundang Anda untuk terjun dan menulusuri tiap jengkal terumbu karang di sana.

http://www.tarunahebat.com/


Keindahan Pulau Biawak semakin kentara apabila Anda berkesempatan berkeliling pulau dengan luas 120 hektar ini. Pulau kaya dengan tanaman bakau yang hijau dan rapat dipandang dari ketinggian, serta aneka tumbuhan lainnya. Sedangkan nama Biawak (Varanus salvator) ini, diambil dari satwa biawak yang berkeliaran dan hidup di kepulauan ini.

Sebenarnya nama pulau ini adalah Pulau Rakit, namun oleh Pemkab Indramayu dinamakan Pulau Biawak karena banyak dijumpai biawak yang jadi ciri khas pulau ini. Satwa ini tergolong unik karena hidup di habitat air asin. Setiap menjelang matahari terbenam, puluhan biawak dengan panjang antara 20 cm - 1,5 meter terlihat berenang di tepian pantai. Satwa-satwa itu memang tengah berburu ikan untuk kebutuhan makannya.

Selain disebut sebagai Pulau Biawak, pulau ini juga disebut sebagai Pulau Menyawak dan Pulau Bompyis. Diantara kepulauan yang ada di sana, Pulau Biawak yang masih utuh dalam segalanya. Sedangkan pulau lainnya hanya berupa hamparan pulau karang semata. Pulau Gosong, misalnya, kondisinya rusak karena jutaan meter kubik material karangnya diambil untuk pengurukan lokasi kilang minyak Pertamina Unit Pengolahan VI Balongan.

Keberadaan pulau ini sangat berbahaya bagi alur pelayaran kapal-kapal laut yang melintas di kepulauan tersebut. Maka tak heran, bangsa Belanda semasa menjajah kepulauan Indonesia, mendirikan bangunan menara mercusuar. Mercusuar dengan ketinggian sekitar 65 meter itu dibangun oleh ZM Willem pada 1872. Ini terlihat dari papan nama yang bertuliskan “Onder De Efcering van Z.M. Willem III. Koning des Nederlanden, ENZ.., ENZ.,. Opgerigt Ovh Draailicht 1872”. . Hingga kini, bangunan itu masih berfungsi untuk memandu kapal-kapal besar maupun kecil yang melintas. Melihat usia bangunan tersebut, mercusuar itu diperkirakan seumur dengan mercusuar di Pantai Anyer.
Wisata Ziarah

Tidak hanya wisata alam dan sejarah, di pulau ini pun Anda bisa melaksanakan wisata ziarah. Pasalnya di pulau itu terdapat sejumlah makam, dua diantaranya adalam makam Syaikh Imam yang konon salah satu tokoh penyebar agama Islam di Indramayu. Selain itu ada makam Z.M. Willem III, seorang bangsa Belanda yang pertama datang ke pulau Biawak dan membangun Mercusuar.

Melihat potensi alamnya, kawasan ini bisa memuaskan para pemburu kenikmatan wisata. Pulau cantik itu saat ini benar-benar masih perawan dan eksotik. Para pengunjung tidak perlu khawatir untuk menybrang ke sana, selain sudah tersedia perahu khusus bantuan Gubernur Jabar, juga terdapat dermaga yang siap menyambut para wisatawan kapan saja. Dermaga yang dibangun di atas terumbu karang ini bukan tanpa arti. Selain untuk mempermudah wisatawan menginjakan kaki ke pulau Biawak, juga untuk memberi keindahan dengan aneka ikan hias.

Potensi wisata pulau Biawak sangat besar, namun belum tergarap maksimal. Karena itu pemerintah daerah setempat terus menggenjot wisata bahari. Salah satu upaya pengembangan wisata bahari pulau Biawak ini, yakni dengan difasilitasinya bantuan dua kapal khusus dari Gubernur Jabar serta pembenahan dan penyediaan dermaga.

Pulau Biawak sudah menjadi incaran penggemar wisata bahari dari berbagai daerah. Bagi masyarakat yang ingin menyebrang dan berwisata ke pulau Biawak bisa memesan tempat ke kantor Diporbudpar Indramayu atau Kantor Disbudpar Jabar, Bidang kepariwisataan.

Silakan mencoba menikmati anugerah Tuhan di tanah negeri sendiri, jauh lebih bermakna daripada mendambakan dan membanggakan tanah negeri orang lain. Saatnya mencintai produk dalam negeri, tadabbur alam, berkontemplasi dengan desiran angin semilir, eksotisme Pulau Biawak Indramayu. I Love Indonesia.
Powered by Blogger.