Header Ads

postimage

Polres Indramayu Gagalkan Aksi Penculikan

Indramayu - Jajaran Satreskrim Polres Indramayu berhasil menggagalkan dugaan penculikan terhadap IR (13), seorang siswi kelas VII sebuah SMPN 3 Sindang di Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Korban diketahui menghilang dari rumahnya sejak Jumat, 12 April lalu diduga sebagai korban penculik. Sebelum ditemukan, penculik meminta uang tebusan sebesar Rp200 juta kepada keluarga korban.

Sayangnya upaya penculik itu gagal, IR ditemukan di jalan raya Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, pada Rabu 17, April sore.

Kakak IR, Eko (22), warga Perumnas Pabean Kencana, Desa Pabean Udik, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, mengatakan, pada Jumat siang sekira pukul 13.30 WIB, adiknya minta izin kepada ibunya untuk berangkat mengikuti kegiatan ekstrakulikuler pramuka di sekolahnya.

Sore harinya, IR tidak pulang ke rumah seperti biasanya. Hal ini membuat kecemasan seluruh anggota keluarganya. Sejumlah upaya langsung dilakukan pihak keluarga dengan menanyakan kepada teman-temannya, terutama kepada teman dekat IR.

Usaha itu selalu gagal, sebab jawaban yang diperoleh jika IR setelah latihan pramuka di sekolah langsung pulang.

"Sejak Jumat kami mencari keberadaan IR dengan bertanya kepada teman-temannya, baik di sekolah maupun di rumah teman-teman IR, namun jawaban mereka tidak mengetahui. Tentu saja kami sekeluarga merasa cemas," jelas Eko, Kamis (18/4/2013).

Berselang satu hari yakni Sabtu, 13 April, Eko bersama keluarga lainnya melaporkan kehilangan adiknya ini kepada Kepolisian di Polres Indramayu. Polisi yang mendapatkan laporan langsung melakukan penyelidikan dengan meminta data serta keterangan terkait kasus yang dilaporkan.

Pada Rabu siang, Eko juga melaporkan jika dirinya mendapat SMS dari pelaku yang meminta uang tebusan sebesar Rp200 juta jika anak itu ingin selamat serta jangan melaporkan kepada polisi.

Kapolres Indramayu, AKBP G Pangarso Rahardjo Winarsadi, mengatakan petugas langsung melakukan pelacakan keberadaan anak itu dimulainya dengan melalui sinyal BTS dari ponsel milik IR.

Sebab sebelumnya HP milik IR dalam kondisi tidak hidup, namun setelah ada SMS minta tebusan HP itu selalu hidup hingga terlacak posisinya yang posisinya selalu berpindah-pindah.

"Dari situ kami berhasil mendeteksi sinyal HP milik korban hingga dia kami temukan sedang sendirian di jalan raya desa Terusan tepatnya di dekat jembatan, Kecamatan Sindang. Meski demikian kita juga masih melakukan pendalaman dan penyelidikan terkait kasus tersebut untuk menangkap pelakunya" katanya.(sumber)

No comments

Powered by Blogger.