Header Ads

postimage

Bupati Anna Berikan Bantuan Kepada Keluarga Taofan



Indramayu - Bibir Tursinah mendadak kaku, lidahnya kelu. Hanya air matanya yang menetes perlahan seolah menggambarkan hati Tursinah yang trenyuh sekaligus bahagia melihat putra sulungnya Taofan (19) alias Opan tertawa lepas. Sudah tiga bulan ini, Tursinah tak pernah melihat Opan tertawa, bahkan tersenyum. Kebahagiaan anak lelakinya itu seolah terenggut semenjak kejadian nahas melenyapkan kaki dan tangan Taofan.

Akan tetapi siang itu, Rabu (26/10), ada keceriaan di wajah Opan dan keluarganya saat orang nomor satu di Indramayu, Bupati Anna Sophanah bersama beberapa pejabat Pemda menjenguk sekaligus menyerahkan bantuan ke rumah mereka di Blok Dampyang, Desa Babadan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu.

Tidak ada suasana kaku, layaknya seorang ibu, Anna langsung mendekap Opan sebelum melihat kondisi luka pada kaki dan tangan Opan yang masih dibalut perban. Tanpa basa-basi Anna mencairkan suasana dengan mengajak Opan bercanda untuk sedikit melupakan kesedihan Opan yang kehilangan anggota tubuhnya. Anna berkelakar tentang permintaannya agar diundang Opan dalam acara pernikahanya kelak. Dia juga memberikan semangat agar Opan tak putus harapan untuk hidup.

"Harus optimistis sembuh, jangan pernah patah semangat dan berdoa. Kan Opan katanya mau menikah, awas ya, jangan sampai lupa ngundang ibu lho," ujar Anna sambil mengelus rambut Opan. Suasana di ruangan tempat Opan berbaring menjadi hangat oleh tawa.

Anna datang bersama Kepala Dinas Kesehatan Suwardi dan anggota DPRD Jawa Barat sekaligus Ketua Golkar Indramayu Daniel Mutaqien Syafiuddin. Berbagai bantuan sembako dan uang tunai diberikan kepada keluarga Opan.

Seperti diberitakan "PR" (Senin, 24/10), Opan dan keluarganya berharap bantuan setelah kecelakaan hebat karena sengatan listrik berkekuatan tinggi langsung menghancurkan tangan kanan, seluruh bagian kaki kiri, dan sebagian tungkai kaki kanan Opan pada awal Agustus silam. Mereka tak bisa mendapatkan pengobatan ideal karena ketiadaan biaya. (sumber)

No comments

Powered by Blogger.