Header Ads

postimage

Petani Pakcoy Indamayu Kesulitan Penuhi Permintaan Singapura



Indramayu - Para pentani sayuran Indramayu, Jawa Barat, yang tergabung dalam petani sayuran dataran rendah (SADAR), mengaku kesulitan memenuhi permintaan dari Singapura, jenis sayur pakcoy karena sistem budidaya tanaman tersebut perlu perlakuan khusus.

"Kami baru bisa memenuhi dua ton tiap kali kirim, sedangkan pemintaan 10 ton per tiap kali kirim," kata Ketua SADAR Muhadi kepada wartawan di Indramayu, Selasa.

Ia mengatakan, SADAR mengirim sayuran tersebut setiap hari Rabu dan Minggu.

Menurut dia, pakcay sebenarnya merupakan tanaman dataran tinggi, tetapi dengan perlakuan khusus kini sayuran tersebut tumbuh baik di dataran rendah Indramayu.

Dikatakannya, kesulitan memenuhi permintaan tersebut karena petani belum terbiasa menggunakan "net" sebagai penutup tanaman.

"Saat ini kami baru mengusahakan pakcay dengan luas 6.000 meter persegi menggunakan 'net' tersebut. Seharusnya, tanaman itu lebih dari tiga hektare," katanya.

Beberapa keuntungan pemakaian "net" terebut antara lain tidak perlu memakai insektisida dan fungsida. Petani hanya membutuhkan pupuk NPK dan kompos.

Oleh karena sekarang pasaran di luar negeri sangat sensitif dengan residu insektisida, maka sistem pertanian terbuka yang menggunakan insektisida sulit diterima di pasaran.

Karena itu, satu-satunya cara harus menggunakan "net" guna menghindari hama dan penyakit tanaman, katanya.

Ia menyebutkan, pemakaian net per 1.000 meter persegi modalnya Rp10 juta. "Net" tersebut bisa digunakan selama lima tahun.

Modal usaha untuk 1.000 meter persegi dengan menggunakan net sekitar Rp1,5 juta untuk tanaman 20 hari. Harga jual pokcay SADAR berkerja sama dengan PT Alamanda dipatok Rp4.000 per kilogram. Bila tidak pakai "net" membutuhkan modal Rp4 jutaan.

"Dengan hasil dua ton per 1.000 meter pakai 'net', maka dihasilkan Rp8 juta," katanya.

Sebenarnya, petani Indramayu berkesempatan memenuhi permintaan Singapura tersebut, jika bersedia memakai "net" tersebut. Dalam setahun petani bisa 15 kali penen.

"Mudah-mudahan kedepan samakin banyak petani yang tertarik menaman pakcay karena jauh lebih menguntungkan dibandingkan tanaman lain," katanya. (Ant)

No comments

Powered by Blogger.