Header Ads

postimage

Korban Tabung Gas Tidak Bisa Jualan



Indramayu - Warinah (34) korban ledakan tabung gas ukuran tiga kilogram yang terjadi empat hari lalu kini berbaring di RSUD kabupaten Indramayu untuk menjalani perawatan serius akibat luka bakar disekujur tubuhnya.

Warinah masih terlihat lemas dan trauma atas peristiwa ledakan gas tersebut. Dia dirawat di ruangan kelas I C4 ditemani Tajong (40) suaminya, serta kedua anak juga beberapa kerabat yang menunggu diluar ruangan.

"Perhatian dari pemerintah Indramayu cukup maksimal dengan fasilitas yang ada di RSUD perawatan istrinya mendapatkan pelayanan dengan baik, dirinya berterima kasih kepada semua pihak yang membantu meski peristiwa ledakan gas masih sulit dilupakan," kata Tajong, Minggu (25/7/2010).

Selama menjalini perawatan pihak PT Pertamina rutin mengunjungi korban di RSUD Indramayu, segala biaya pengobatan akan ditanggung penuh Pertamina. Ia berharap kondisi kesehatan istri tercinta segara pulih dan kembali berkumpul dengan keluarga.

"Meski biaya pengobatan sudah ada yang menjamin namun dirinya mengaku berat harus mengeluarkan uang untuk keperluan makan dan minum yang jumlahnya cukup besar jika dibandingkan dengan dirumah, sedangkan penghasilannya sebagai tukang gorengan berhenti sementara karena menunggu istrinya," katanya.

Dikeluhkannya, usaha berjualan gorengan hanya mampu menopang kebutuhan makan sehari-hari, jika ia berhenti jualan tidak mendapatkan penghasilan apapun, setelah kejadian ledakan gas dia tinggalkan dagangannya. Sementara kebutuhan di rumah sakit cukup tinggi terpaksa harus memijam kepada kerabat.

"Di ruangan perawatan sederhana dirinya terlihat bingung ditambah rintihan kesakitan istrinya akibat luka bakar tersebut, nafsu makan Warinah semakin menurun,baru empat hari di rumah sakit berat badannya terus menyusut," katanya. (sumber)

No comments

Powered by Blogger.